Senin, 13 Juli 20

Arti Nama Papua

Arti Nama Papua
* Anak-anak Papua. (Foto; Papua.Id)

Jakarta, Obsessionnnews.com – Papua selalu menjadi pusat perhatian karena di tempat ini bukan hanya menyimpan alam yang indah, kultur masyarakatnya juga memiliki ciri yang khas, lain dari yang lain. Sangat wajar banyak orang tertarik untuk berkunjung dan mempelajari budaya dan geografi di Bumi Cendrawasih tersebut.

Namun tahukah kalian apa itu arti nama Papua? Hari Suroto, seorang peneliti dari Balai Arkeologi Papua menjelaskan banyak hal tentang Papua. Salah satunya tentang nama Papua. Menurutnya Papua itu identik dengan rambut. “Papua berasal dari bahasa Melayu yang artinya keriting,” ujar Suroto, belum lama ini.

Ia mengatakan, dalam arsip Portugis dan Spanyol abad ke-16, nama Papua mereka gunakan untuk menyebut orang dan tempat di Kepulauan Raja Ampat dan pesisir barat Papua. Ciri dari orang Papua adalah rambut keriting, dan warna kulit coklat tua atau kehitam-hitaman.

Selain arti keriting, rupanya, arti kata Papua juga berasal dari bahasa Biak. Masyarakat di Biak (pulau kecil yang terletak di Teluk Cendrawasih) menyebut Papua dengan nama ‘sup-i-papwah’.

“Yang artinya, tanah di bawah matahari terbenam. Sebab, orang Biak melihat dataran besar (Pulau Papua) di sebelah barat tempat matahari tenggelam,” jelas Hari.

Nyatanya, Papua juga disebut dengan nama New Guinea di zaman dulu. Seperti kita tahu sekarang, Papua New Guinea adalah sebutan untuk Papua Nugini. Tapi di zaman dulu, New Guinea menggambarkan satu pulau Papua. Serta, ada arti di balik namanya!

“Orang Belanda menyebut Pulau Papua dengan nama Niew Guinea kalau orang Inggris menyebutnya New Guinea. Nama itu diperkenalkan oleh pelaut Spanyol, Ynigo Ortiz de Retes di tahun 1545,” terang Hari.

Diketahui, Retes berlayar dari Meksiko menuju Maluku dan terdampar di pesisir utara Papua. Dia melihat orang Papua seperti orang Afrika di pesisir Guinea. Guinea sendiri merupakan sebuah negara di Afrika Barat.

“Sedangkan nama Papua pertama kali dicatat dalam peta pelayaran dunia oleh pelaut Portugis, Antonio d’Arbreu di tahun 1551. Dia mengunjungi pantai barat Papua kala itu,” terang Hari. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.