Selasa, 28 September 21

Apresiasi Jokowi Teken Perpres Dana Abadi Pesantren, Gus Jazil: Kado Indah Jelang Hari Santri

Apresiasi Jokowi Teken Perpres Dana Abadi Pesantren, Gus Jazil: Kado Indah Jelang Hari Santri
* Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, yang akrab disapa Gus Jazil. (Foto: mpr.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres Nomor 82 Tahun 2021 yang mengatur tentang dana abadi pesantren pada 2 September 2021.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, yang akrab disapa Gus Jazil, mengapresiasi langkah Jokowi yang akhirnya meneken Perpres tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren sebagai aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren yang disahkan oleh DPR sejak 15 Oktober 2019 lalu.

 

Baca juga: Gus Jazil: Semua Bisa Memimpin, Namun yang Paling Penting Berpihak kepada Rakyat

 

”Alhamdulillah, Presiden Jokowi akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Ini yang kita tunggu-tunggu selama ini. Perpres ini menjadi kado indah bagi santri dan kalangan pesantren yang akan memperingati Hari Santri pada 22 Oktober mendatang,” ujar Gus Jazil – sapaan akrab Jazilul Fawaid, seperti dikutip dari situs resmi MPR RI, Selasa (14/9/2021).

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, ditandatanganinya Perpres tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemerintah dalam memajukan sekaligus perlakuan yang adil terhadap pesantren.

”Dulu Pak Jokowi melalui usulan dari berbagai kalangan pesantren dan dikawal oleh PKB, menetapkan Hari Santri Nasional pada 2015. Kemudian lahir Undang-Undang Pesantren pada 2019, dan kini diteken Perpres tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Ini harus kita apresiasi, dan PKB akan terus mengawalnya,” ujar Gus Jazil.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.