Selasa, 27 September 22

Anies Rasyid Baswedan: Parmusi Harus Bisa Jadi Simbol Persaudaraan Umat Islam

Anies Rasyid Baswedan: Parmusi Harus Bisa Jadi Simbol Persaudaraan Umat Islam
* Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kanan). (Foto: Edwin B/obsessionnews)

Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang digelar di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Jumat (27/5/2022).

Dalam kesempatan acara itu, Anies diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan di acara tersebut. Dalam sambutannya, dia mengaku tumbuh besar dalam suasana yang selalu menceritakan Parmusi.

“Ini satu kesempatan untuk silaturahmi langsung, biasanya ngobrol satu persatu bersama. Dan disampaikan tadi, parmusi ini bukan sesuatu yang asing. Saya tumbuh besar dalam suasana yang selalu menceritakan Parmusi ketika di Jogja dulu,” ujar Anies dikutip dari channel Youtube Parmusi TV, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Ini Para Dai yang Terima Penghargaan di Dai Parmusi Awards

Dia mengungkapkan, sebelum berangkat ke acara Parmusi, dia sempat pamitan kepada ibunya, dan ibunya sangat merestui acara tersebut.

“Tadi pagi saja saya mau pamit, ketika pamit dengan ibu di rumah, saya pamit dulu mau berangkat ke acara, ibu bertanya acara apa pagi ini? Saya jawab pagi ini langsung ke Parmusi. Jadi beliau itu langsung menyambut baik, biasanya hanya bilang mudah-mudahan lancar dan didoain. Tapi ini insyaallah juga penanda bahwa mudah-mudahan begitu banyak keluarga, begitu banyak masyarakat yang punya ikatan sejarah panjang dengan Parmusi,” tutur Anies.

Karena Parmusi ini bukan sesuatu yang baru dan harus selalu diingatkan. Menurut orang nomor satu di DKI Jakarta ini, Persaudaraan Muslimin Indonesia harus menjangkau semua. Kalau disebut bahwa umat Islam di Indonesia yaitu 86%, maka jangan dibagi-bagi lagi.

“Karena terlalu sering 86% kita bagi-bagi lalu kita potong-potong akhirnya tinggal 10, 15, 20, atau 30%. 86 ini semuanya. Parmusi harus bisa menjadi simbol persaudaraan itu semua. 86 ini dijangkau semua, jangan kita ikut-ikutan dengan analisis sosiologis analisis sosiologis itu memang untuk kebutuhan analisa, mereka melakukan karena kategorisasi,” ucap Anies.

Baca juga: Parmusi Gelar Mukernas II di Jakarta

“Kalau ahli ilmu sosial datang ke ruangan ini, maka dia akan menganalisa, yang peci putih berapa persen, yang peci hitam berapa persen, yang sorban berapa persen. Untuk kebutuhan apa? Untuk kebutuhan Analisa,” tambahnya.

Kalau dibagi, lanjut Anies, nanti terlihat ini distribusi meja berdasarkan warna peci, nanti distribusi meja berdasarkan hijab warna kerudungnya.

“Bapak ibu sekalian biarlah itu urusan para analis analis ilmu sosial. Bagian Parmusi menjaga keutuhan dari seluruh umat Islam di seluruh Indonesia,” pintanya.

Apalagi sekarang Parmusi dipimpin oleh H. Usamah Hisyam. “Beliau berbicara tadi sama saya soal Parmusi. Ungkapannya tadi dari hati, yakni ungkapan orang ikhlas. Insya Allah, bang Usamah ini bisa menjangkau ke kanan dan kiri,” ucapnya.

Baca juga: Tiga Anak Petani Raih Dai Parmusi Awards

Dia menyebut, Usamah itu seorang entrepreneur. Namun, kata Anies, jangan artikan entrepreneur sebagai pengusaha rupiah. Dia menjelaskan, entrepreneur itu ada social entrepreneur, ada polis enterpreneur, ada politikal entrepreneur, dan ada bisnis entrepreneur.

Dia menambahkan, seseorang yang mampu mengubah kesempitan menjadi kesempatan itu adalah seorang entrepreneur.

“Kalau yang punya kesempatan jadi kesempitan itu orang cemberut terus, nggak ada kesempatan itu. Karena kesempatan saja dipandang sebagai kesempitan, tapi kalau yang bisa memandang kesempitan sebagai kesempatan ini adalah seorang entrepreneur,” tambahnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.