Sabtu, 20 Agustus 22

Angka Kemiskinan di Indonesia Meningkat Akibat Melonjaknya Harga Pangan dan Energi

Angka Kemiskinan di Indonesia Meningkat Akibat Melonjaknya Harga Pangan dan Energi
* Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Akmal Pasluddin. (Foto: fraksi.pks.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Melonjaknya harga pangan dan energi seperti BBM dan LPG di Indonesia menjadi perhatian anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Akmal Pasluddin. Ia menilai kenaikan harga pangan dan energi telah menjadi pukulan bagi daya beli mayoritas masyarakat negara ini. Dan hal ini diduga telah meningkatkan kemiskinan.

 

Baca juga:

Krisis Pangan dan BBM, Demo di Rumah Presiden Ricuh!

Pemerintahan Jokowi Sukses Jaga Stabilitas Harga Pangan

Food Station Dinilai Gagal Jaga Harga Pangan di Jakarta

 

 

“Saya meyakini, bahwa kenaikan harga komoditas strategis seperti pangan dan energi ini telah berdampak luas pada rakyat Indonesia terutama terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada sekitar 115 juta kelas menengah dan masih ada ratusan juta rakyat menengah ke bawah yang terguncang dengan persoalan kenaikan harga ini. Pemerintah harus cek, dan temukan solusi agar persoalan ini tidak terus berlanjut,” tutur Akmal dikutip dari keterangan tertulis Humas Fraksi PKS DPR RI, Senin (4/4/2022).

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini mengatakan, kini masyarakat telah terpukul dengan sejumlah harga pangan masih bertahan di harga tinggi, mulai dari minyak goreng hingga cabai rawit merah.

“Di sisi lain Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen dan kenaikan harga pertamax, serta solar non subsidi pun terjadi. Bahkan solar subsidi terjadi kelangkaan, padahal BBM ini menjadi andalan transportasi logistik untuk mendistribusikan pangan dari sentra produksi ke konsumen,” ujar Akmal. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.