Sabtu, 19 Oktober 19

Pemerintahan Jokowi Sukses Jaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintahan Jokowi Sukses Jaga Stabilitas Harga Pangan
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo turun ke sawah mencoba mesin traktor saat berkunjung di Ponorogo, Jatim, Jumat (6/3/2015). (Foto: setkab.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia dikenal sebagai negara agraris, karena mayoritas penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, ditambah posisi Indonesia yang dinilai amat strategis. Mulai dari sisi geografis, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi, sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

Sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Dalam masa empat tahun kepemimpinan Jokowi, bidang pertanian termasuk sektor yang mencatatkan berbagai prestasi.

Presiden  Jokowi  didampingi Ibu Iriana berdialog dengan petani di Desa Luwung Gede, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016) (Foto: BPMI/Cahyo)

Tantangan mewujudkan Nawa Cita pemerintahan Jokowi  telah dijawab secara nyata oleh kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang tercermin dalam hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Triwulan II Tahun 2018 yang menyatakan kontribusi pertanian pada laju pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) mencapai 13,63 %.

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan ekonomi rakyat Indonesia. Data yang diterbitkan BPS pada 6 Agustus 2018 mencatat seluruh lapangan usaha tumbuh positif sepanjang kuartal II 2018. Namun, pertumbuhan tertinggi ditempati sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan angka pertumbuhan 9,93% dibandingkan kuartal pertama 2018.

Hal itu dipicu oleh meningkatnya produksi seiring berlangsungnya masa panen raya untuk beberapa komoditas di beberapa subsektor seperti hortikultura dan perkebunan dengan pertumbuhan masing-masing sebeqsar 22,86% dan 26,73%.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman terbukti mampu mendongkrak beberapa sektor komoditas untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Amran bersama jajaran di kementeriannya mampu meningkatkan beberapa komoditas pertanian, seperti padi yang mencapai 81,16 juta ton atau meningkat 14,42 persen di tahun 2017 dibandingkan tahun 2014. Produksi jagung tahun 2017 juga meningkat 52,17 persen dari tahun 2014 menjadi 29,86 juta ton.

Presiden Jokowi menyaksikan panen padi varietas baru di Karawang, Jawa Barat, Minggu (27/9/2015). (Foto: setkab.go.id)

Sedangkan produksi bawang merah 1,47 juta ton atau naik 18,79 persen dari tahun 2014. Produksi cabai tahun 2017 meningkat menjadi 2,38 juta ton atau naik 27,09 persen dibandingkan tahun 2014.

Kementan mampu menurunkan inflasi bahan makanan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2013 inflasi bahan makanan sebesar 11,35 persen, maka pada 2017 angkanya telah menurun 88,9 persen menjadi 1,26 persen.

Harga pangan cenderung stabil dan itu baik untuk konsumen maupun produsen.

Selain terkendalinya harga pangan, Kementan mengklaim sukses mendongkrak ekspor pertanian. Pada 2017 ekspor pertanian telah menyentuh Rp 441 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 385 triliun. Selaras dengan lonjakan ekspor pertanian itu, neraca perdagangan pertanian pun surplus. Pada 2017 nilainya surplus Rp 214 triliun atau lebih tinggi dari 2016 yang sebesar Rp 142 triliun.

Peningkatan produksi juga mendongkrak produk domestik bruto sektor pertanian. Per 2017, angkanya mencapai Rp 1.344 triliun atau melonjak Rp 350 triliun dibandingkan pada 2013.

Capaian-capaian tersebut dampak lanjutannya adalah penurunan tingkat kemiskinan di desa yang mayoritasnya adalah petani.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pedesaan per Maret 2018 adalah 15,81 juta jiwa atau turun 10,88 persen dibandingkan Maret 2013 yang sebanyak 17,4 juta jiwa. (arh)

Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Men’s Obsession Edisi Januari 2019 dengan judul  “Sukses Menjaga Stabilitas Harga Pangan”.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.