Sabtu, 6 Juni 20

Aksi Kerusuhan 22 Mei, Upaya Makar yang Gagal

Aksi Kerusuhan 22 Mei, Upaya Makar yang Gagal
* Aksi kerusuhan 22 Mei 2019. (Foto: mata mata politik)

Jakarta, Obsessionnews.com – Aksi kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019 lalu disebut sebagai salah satu upaya aksi makar yang gagal. Kegagalan terjadi karena sang dalang tidak mampu mempengaruhi massa hingga aksi berakhir antiklimaks.

“Saya rasa dalam aspek tertentu, saya katakan bahwa peristiwa kemarin suatu peristiwa yang gagal,” ujar Direktur Imparsial Al Araf dalam diskusi ‘Menguak Dalang Makar 22 Mei’ di Kantor DPP PSI, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Sang dalang yang belum diketahui sosoknya, lajut Araf, seakan-akan ingin menunggangi massa agar seperti rusuh tahun 1998, namun gagal karena kurangnya satu syarat yang tidak dimiliki sama dengan peristiwa 1998, yakni krisis ekonomi.

“Ya suatu upaya yang gagal karena membaca kondisi objektif tidak utuh, ada satu syarat yang nggak terpenuhi, yakni krisis ekonomi,” tegasnya.

Dia berpendapat aksi makar yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah akan sulit terjadi era reformasi. Sebab massa yang terlibat dalam aksi 22 Mei 2019 ini berbeda dengan massa 1998 lalu. Dimana massa saat ini sulit untuk terprovokasi.

“Sebenarnya proses amuk itu menurut saya gagal karena lintasnya (krisis ekonomi), ekonomi Indonesia stabil, sehingga upaya mancing massa nggak dapat. Masyarakat juga nggak mau terpancing, beda sama 1998,” imbuhnya.

Ketua Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menyebut peristiwa 22 Mei ini diduga ada yang mendesain. Dia menyebut ada fase masyarakat terpecah belah dalam kerusuhan ini. Dia juga menduga selama 17 April 2019 sampai 21 Mei masyarakat sudah mulai dipecah dengan beberapa isu.

“Dalam kasus Indonesia, itu mendelegitimasi dalam momen 17 April ada beberapa pola, yaitu pertama tuduhan kecurangan (pemilu), kedua tuduhan terhadap quick count, tiga petugas KPPS dibunuh, keempat mobilisasi massa plus hatespeech 17 April sampai 22 Mei,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, mendesak pihak kepolisian untuk sesegera mungkin mengusut tuntas dalang di balik kerusuhan demonstrasi 22 Mei 2019 yang berkobar di Jakarta. Sebab Menurut dia terdapat upaya sistematis yang dilakukan para politisi, yang tidak bisa menerima kekalahan dalam Pilpres 2019.

Para politikus itu, menurutnya, berupaya mendelegitimasi institusi-institusi demokrasi seperti KPU dan Bawaslu dengan menyebarkan cerita bohong tentang kecurangan pemilu.

Hal tersebut makin memantik terpolarisasinya dua kubu pendung capres yang bertarung dalam Pemilu 2019, utamanya bagi relawan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lebih lanjut kata Toni, proses pemilu yang demokratis di Indonesia ini, coba digagalkan lewat berbagai cara, termasuk dengan upaya menciptakan kerusuhan pada 22 Mei lalu yang oleh aparat kepolisian dan diberitakan pula oleh media massa sebagai sebuah percobaan makar.

“Fitnah bertubi-tubi soal kecurangan pemilu, penyebaran hoaks, upaya menyulut kerusuhan sosial, persekongkolan sejumlah purnawirawan untuk mengulangi tragedi Mei 98 adalah bagian-bagian terpisah dari puzzleskenario besar menggagalkan hasil pemilu yang sah,” kata Toni.

Menurut pria yang duduk juga sebagai Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf itu, penuntasan kasus kerusuhan 22 Mei dapat menjadi modal penting untuk mempertahankan demokrasi dari kelompok-kelompok yang hendak menghancurkan demokrasi di Indonesia.

“Kami sebagai partai yang lahir dari rahim demokrasi, berjanji terus mengawal dan memastikan bahwa demokrasi akan terus berjalan di negeri ini. Dan upaya menyelamatkan demokrasi hari ini adalah dengan cara mengusut tuntas kerusuhan 22 Mei,” tegasnya.

Padahal, menurut Toni, faktanya adalah, Pemilu 2019 berlangsung dengan aman dan demokratis.

“Ditunjukkan dengan datangnya berbagai pengakuan para pemimpin dunia yang mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Bapak Joko Widodo sebagai Presiden dengan Wakil Presidennya KH Ma’ruf Amin. Pemilu 2019 juga dipantau oleh puluhan lembaga independen dari dalam dan luar negeri,” pungkasnya.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.