Rabu, 5 Oktober 22

Airlangga Masih Jadi Capres Idaman Masyarakat di Pilpres 2024

Airlangga Masih Jadi Capres Idaman Masyarakat di Pilpres 2024
* Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram Airlangga)

Obsessionnews.com – Indonesia akan menghadapi pertarungan politik di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dalam Pemilu tersebut akan muncul beberapa kandidat calon presiden (Capres) dari beberapa partai politik.

Terkait munculnya beberapa pasangan calon presiden. Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) kembali melakukan survei suara masyarakat Indonesia untuk mengukur dinamika pendapat dan pilihan masyarakat terhadap partai politik (Parpol) dan tokoh bakal capres pada pemilu 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Alamsyah Wijaya,Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) mengatakan, teknik pengumpulan data survei dilakukan dengan wawancara melalui tatap muka dan sambungan telepon seluler dan secara langsung di 34 ibu kota Provinsi di Indonesia.

Baca juga: Survei TBRC: Airlangga Miliki Peluang Menang di Pilpres 2024

Selanjutnya, kata Alamsyah, survei dilakukan dengan metodologi, teknik penetapan sampel adalah probability sampling dengan cara Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden 1988 orang.

“Demographi Responden dalam penelitian ini Generasi Z sebanyak 17,8 persen yang berada di usia produktif, yaitu milenial sebanyak 37,9 persen dan Generasi X sebanyak 32,9 persen. Sementara Generasi Pre Boomer sebanyak 11,4 persen,” kata Alamsyah kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Sementara itu, penelitian dalam survei ini melibatkan warga negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah memiliki hak pilih saat survei dilakukan, dan warga negara Indonesia yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini sebanyak 1988 responden orang yang tersebar di 408 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Penentuaan jumlah data yang disurvei mengunakan metode multistage random sampling yang didasarkan pada jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019 di 408 Kabupaten/Kota, Margin of Error +/-2.2 tingkat kepercayaannya 95 persen. Waktu penelitian 22 Agustus sampai 4 September 2022.

Hasil Penelitian

Alamsyah menjelaskan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Jokowi di bidang ekonomi yang menyatakan Puas 71,4 persen, tidak puas 19,4 persen dan tidak menjawab 9,2 persen.

Baca juga: Survei Warna Institute : Airlangga Miliki Peluang Capres Terkuat di Pilpres 2024

Sedangkan di bidang Penegakan Hukum, yang menyatakan Puas 71,4 persen, tidak puas 21,4 persen dan tidak menjawab 7,2 persen. Bidang Kesejahteraan Sosial (Bansos, Prakerja, Bantuan UMKM, BLT) yang menyatakan Puas 82,6 persen, Tidak Puas 8,3 persen dan tidak menjawab 9,1 persen.

Menurut pendapat publik tentang arah negara dan bangsa di era pemerintahan Jokowi, yang menyatakan arah negara dan bangsa sudah pada arah yang tepat dan benar sebanyak 83,3 persen. Sementara yang menyatakan arah negara dan bangsa tidak tepat dan benar sebanyak 8,1 persen, dan sebanyak 8,6 persen tidak menjawab.

“Hasil Temuan survei terkait kepemimpinan nasional 2024 -2029 sosok presiden yang di inginkan oleh masyarakat dari hasil jawaban para responden tergambar persepsi publik bahwa Masyarakat jengah & bosan dengan pemimpin bangsa yang cenderung berwibawa menjaga sikapnya dengan publik,” bebernya.

Hal ini tergambar dari jawaban 16,0 persen responden yang hanya menginginkan presiden dengan sosok berwibawa dan menjaga sikap pada publik. Begitu juga dengan sosok yang merakyat, dekat dengan masyarakat, dan memiliki penampilan seperti masyarakat kecil pada umumnya hanya diinginkan oleh sebanyak 18,0 persen dan yang paling banyak diidamkan oleh 58,0 persen masyarakat adalah sosok presiden dari kinerja yang dihasilkan selama menjabat menjadi pejabat negara benar-benar dirasakan dan mempengaruhi peningkatan kualitas kehidupan keluarga masyarakat dan yang tidak menjawab sebanyak 8,0 persen.

Baca juga: Survei PSI Sebut Kerja Keras dan Politik Santun Buat Elektabilitas Airlangga Tertinggi

Begitu juga tentang kriteria presiden penganti Jokowi. Dari hasil survei menunjukan kriteria Capres sebagai penganti Jokowi dari jawaban 1.988 responden, maka kriteria capres 2024 yang diinginkan oleh Publik yang merupakan sosok yang mau bekerja keras sebanyak 92,8 persen dan yang menginginkan Capres mempunyai jiwa leadership dan kepemimpinan yang kuat sebanyak 90,7 persen dan yang mempunyai rekam jejak yang kinerjanya sudah dirasakan masyarakat Indonesia sebanyak 93,7 persen dan publik menginginkan Capres yang selalu berpihak pada kepentingan rakyat sebanyak 95,7 persen.

Dalam survei ini juga dilakukan pengukuran preferensi masyarakat terhadap tokoh-tokoh bakal Capres, sebelum dilakukan prapenelitian untuk menjaring nama-nama tokoh yang berpotensi dicalonkan oleh partai politik peserta pemilu 2019 yang memiliki kursi di DPR RI.

Dimana didasarkan UU Pemilu Capres hanya bisa diusung oleh Parpol yang memiliki kursi di DPR RI, dari pra penelitian didapati nama tokoh tokoh di antaranya Prabowo Subianto yang sudah diputuskan oleh Partai Gerindra sebagai Capres Gerindra, Muhaimin Iskandar dari PKB, Puan Maharani yang disiapkan oleh PDI Perjuangan untuk maju sebagai Capres dan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Andika Perkasa yang sudah di rekomendasi oleh Partai Nasdem dan Airlangga Hartarto di beri mandat oleh partai Golkar untuk menjadi Capres partai Golkar.

“Dari tokoh -tokoh ini semua merupakan pejabat negara yang saat ini aktif di pemerintahan Presiden Jokowi dan di legislatif,” ucap Alamsyah.

Dia menjelaskan, dari nama tokoh-tokoh tersebut kemudian kepada 1.988 responden ditanyakan pengenalan kepada tokoh -tokoh tersebut dan hasilnya Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling dikenal publik di mana sebanyak 90,9 persen responden tahu dan mengenal nama Prabowo Subianto sebagai tokoh yang pernah menjadi Capres dua kali dan mendapat dukungan penuh dari kelompok 212 dan Habib Rizieq kemudian kalah dari Jokowi.

Baca juga: Survei INES: Airlangga Sosok Tokoh Nasional yang Layak Maju di Pemilu 2024

Kemudian diurutan kedua Ganjar Pranowo dikenal oleh 45,8 persen responden sebagai Gubernur Jawa Tengah, lalu Anies Baswedan dikenal oleh 27,4 persen responden sebagai Gubernur DKI Jakarta yang saat pilkada mendapat dukungan penuh dari kelompok 212 dan Habib Rizieq.

“Airlangga Hartarto dikenal oleh 58,9 persen sebagai Menko Perekonomian dan juga tokoh yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi sebagai Ketua KPCPEN untuk memulihkan perekonomian nasional akibat dampak Covid 19 dan penanggulangan Covid 19, juga dikenal sebagai Ketua Umum Golkar,” ucapnya.

Kemudian Puan Maharani dikenal oleh 29,4 persen responden sebagai Putri dari Megawati Sukarnoputri dan Juga Ketua DPR RI. Lalu Jendral Andika Perkasa dikenal oleh 27,5 persen responden sebagai Panglima TNI, Kemudian Muhaimin Iskandar dikenal oleh 23,2 persen responden.

Tak hanya itu, dalam survei ini juga dilakukan pengukuran pengaruh kebijakan dan program program para tokoh tokoh tersebut terhadap kehidupan masyarakat selama pejabat tersebut menjabat, dengan memberikan pertanyaan.

“Tokoh mana yang kebijakan dan programnya paling dirasakan memberikan dampak pada masyarakat dalam 2 tahun terakhir kepada1.988 responden, dan hasilnya Airlangga Hartarto dinilai sebagai tokoh bakal Capres yang kebijakannya dan programnya banyak membantu masyarakat disaat masyarakat kesulitan ekonomi keluarganya akibat dampak Covid 19 dan penanggulang Covid 19 hal ini tercermin dari 79,4 persen jawaban respoden,” ucap Alamsyah.

Kemudian respoden yang menyatakan Program dan Kebijakan Prabowo Subianto dirasakan oleh masyarakat terutama dalam hal penanggulangan Covid 19 dan rasa aman di Indonesia sebanyak 40,2 persen, kemudian responden yang menyatakan kebijakan Puan Maharani sebagai Ketua DPR banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat di saat Covid 19 sebanyak 40,2 persen.

Baca juga: Layak Jadi Capres 2024, Pengamat : Airlangga Mampu Membangun Ekonomi Indonesia

Kemudian responden yang menyatakan kebijakan dan program Andika Perkasa sangat membantu masyarakat disaat Covid 19 sebanyak 30,2 persen, dan responden yang menyatakan kebijakan dan program Ganjar Pranowo memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat hanya 7,1 persen.

“Dan hanya 4,2 persen responden yang menyatakan kebijakan Anies Baswedan mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat, sedangkan kebijakan dan program Muhaimin Iskandar hanya dirasakan oleh 2,1 persen responden,” jelasnya.

Kemudian dari nama nama tokoh tersebut di uji preferensi publik terhadap pilihan masyarakat, jika pilpres digelar hari ini dengan tokoh mana yang akan dipilih dengan pertanyaan tertutup, maka hasilnya nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 29,2 persen responden, kemudian diurutan kedua nama Prabowo Subianto dipilih sebanyak 21 persen responden.

Kemudian Andika Perkasa dipilih sebanyak 12,7 persen responden dan Ganjar Pranowo dipilih oleh sebanyak 7,1 persen responden, Anies Baswedan dipilih oleh sebanyak 5,2 persen responden, lalu Puan Maharani dipilih oleh sebanyak 4,1 persen responden dan Muhaimin Iskandar dipilih oleh sebanyak 1,6 persen responden dan yang tidak memilih sebanyak 19,1 persen responden

Namun dari hasil simulasi nama tokoh tokoh jika dipasangkan sebagai Capres dan Cawapres , didapati dari hasil survei Pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih, dengan tingkat keterpilihan 45,6 persen, kemudian diurutan kedua pasangan Prabowo Subianto -Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 19,1 persen, lalu pasangan Anies Baswedan -Puan Maharani dipilih sebanyak 14,2 persen dan yang tidak memilih sebanyak 21,1 persen.

Hasil simulasi tiga pasangan capres yaitu Airlangga Hartarto – Andika Prakasa, kemudian Prabowo Subianto – Puan Maharani, serta Ganjar Pranowo – Anies Baswesdan, dan Sandiaga Uno – AHY. Hasil survei menunjukan preferensi publik terkait pilihannya terhadap ketiga pasangan tersebut, pasangan Airlangga Hartarto – andika Prakasa dipilih sebanyak 34,2 persen responden, lalu Prabowo Subianto – Puan Maharani dipilih sebanyak 30,1 persen dan Ganjar Pranowo – Anies Baswedan 19,5 persen, Sandiaga Uno -AHY 12,5 persen, sementara yang tidak memilih sebanyak 3,7 persen.

Baca juga: Airlangga Berpeluang Menang di Pilpres 2024

Hasil Survei tentang preferensi publik dalam memilih partai politik yang masuk sebagai peserta pemilu tahun 2019 dengan diberi pertanyaan jika pemilu digelar hari ini maka hasilnya elektabilitas tertinggi ditempati oleh partai Golkar dengan meraih 15,8 persen. Di posisi kedua, diduduki Partai Gerindra dengan memperoleh elektabilitas sebesar 14,6 persem .

Selanjutnya di posisi ketiga, terdapat PDI Perjuangan dengan elektabilitas sebesar 14,7 %. Disusul Partai Demokrat sebesar 5,4 persen dan Adapun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 5,2 persen . Disusul, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 5,1 persen. Partai Nasdem memperoleh elektabilitas sebesar 4,4 persen kemudian Perindo memperoleh elektabilitas 4,2 persen, dan untuk elektabilitas PAN sendiri sebesar 4,1 %. Sementara itu, PPP memperoleh elektabilitas sebesar 4,1%. kemudian PSI 1,8 persen, Garuda 1,4 persen, PBB 1,1 persen, Hanura 0,8 persen, Berkarya 0,4 persen dan PKPI 0,3 persen dan yang tidak memilih sebanyak 16,6 persen.

Menyikapi hasil survei LPMM pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto menilai, survei yang dilakukan Timur LPMM yang memunculkan sosok Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto dalam hasil tersebut, karena Airlangga telah memiliki modal politik melalui partai Golkar dan sosoknya di Menko Perekonomian.

“Ya kalau lihat survei LPMM, yang unggulkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres ) 2024 karena adanya pengaruh politik dari KIB, dan sebagai Menko Perekonomian, ” kata Andi.

Andi mengatakan, Airlangga harus membuktikan melalui kegiatan politiknya agar masyarakat paham sosok Airlangga. “Pak Airlangga untuk mendapat dukungan penuh masyarakat di Pilpres 2024, maka beliau harus bangun pondasi politik yang kuat,” jelasnya.

Dia menambahkan, Airlangga memiliki peluang besar untuk menangkan Pilpres 2024. “Ya peluang Airlangga untuk menang jadi capres 2024 sangat besar,” ujarnya.

Andi menilai bahwa hasil survei LPMM ini menjadi bahan Airlangga untuk tetap menjaga kekuatan politik dan kepercayaannya kepada masyarakat agar di bisa mendapatkan hasil yang baik di Pilpres 2024.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.