Minggu, 5 Desember 21

Ahok Tak Mau Kasus Kalibata City Terulang

Ahok Tak Mau Kasus Kalibata City Terulang

Jakarta, Obsessionnews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perum Perumnas terkait pemberian izin pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) oleh Perum Perumnas.

‪Ahok berharap nantinya rusunami yang dibangun tidak dikuasai oleh pengembang, seperti di Kalibata City. Padahal tujuan awal pembangunan adalah penyediaan hunian murah bagi masyarakat.

‪”Ini program pemerintah pusat. Makanya, saya minta harus ada MoU. Saya bilang, saya tidak mau kasus Kalibata City terulang, itu contoh paling buruk,” kata Ahok saat penandatanganan MoU di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (28/4).‬

‪Sementara itu, Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan, pihaknya siap untuk menjalankan syarat yang diajukan oleh Basuki. Dia pun memastikan tidak akan menjual unit rusun kepada pengembang.

“Kami akan seleksi mana yang betul-betul atas dasar kebutuhan. Yang mau tinggal harus memenuhi persyaratan seperti memiliki KTP DKI. Hal ini untuk menunjukkan bahwa mereka bukan investor,” kata Himawan.‬

Penandatanganan MoU ini adalah bukti bahwa pembangunan rusunami di Cengkareng, Jakarta Barat ini, berpihak pada masyarakat. Bahkan dirinya menjamin kualitas rusunami yang dibangun tidak kalah dengan apartemen.

‪Rencananya, rusunami di Cengkareng akan dibangun sebanyak 5.400 unit di atas tanah Perumnas seluas 4 hektar, dengan 18 tower serta 24 lantai, dan dijual kepada masyarakat. Tiap unit rusunami itu merupakan rumah tipe 36 dan bisa dibeli dengan harga Rp 9 juta per meter atau sekitar Rp 330 juta per unit.‬

‪Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rusumani Cengkareng akan dilakukan pada Rabu (29/4) besok dan akan dihadiri Gubernur Basuki Tjahaja Purnama‬. (Herdianto)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.