Jumat, 10 Juli 20

ACT Ajak Masyarakat Indonesia Jadi Dermawan Atasi Kekeringan

ACT Ajak Masyarakat Indonesia Jadi Dermawan Atasi Kekeringan
* Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun wakaf sumur. (Foto: ACT)

Jakarta, Obsessionnews.com  – Indonesia merupakan salah satu negara terkaya dalam sumber daya air karena menyimpan 6% potensi air dunia, tetapi pulau terpadat di negara ini terancam kehabisan air. Sumber air melimpah Indonesia tercantum dalam laporan badan kerja sama lintas negara, Water Environment Partnership in Asia (WEPA). Pemerintah memprediksi musim kemarau tahun ini bakal mengakibatkan  48.491.666 jiwa terancam kekeringan di 28 provinsi. Hingga diprediksi kemarau tahun ini akan lebih kering dari 2018 lalu.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia terjadi mulai Juli sampai Oktober 2019. Sedangkan, hasil prakiraan curah hujan, menurut BMKG, sebanyak 64,94 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah (di bawah 100 mm/bulan) pada bulan Agustus 2019.

BMKG menyatakan musim kemarau tahun 2019 akan terjadi kekeringan panjang akibat beberapa factor, yaitu fenomena El Nino, kuatnya Muson Australia, dan anomali peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim. Merujuk data ketersediaan air yang disusun Pusat Litbang Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, satu orang di Jawa misalnya saat ini bisa mendapat 1.169 meter kubik air per tahun. Ketersediaan air yang setara 58 truk tangki air berbobot 20 ribu liter itu dilabeli status ‘ada tekanan’.

Bahkan ketersediaan air untuk setiap satu penduduk Jawa diprediksi akan terus menurun hingga mencapai 476 meter kubik per tahun pada 2040. Angka itu dikategorikan kelangkaan total.

Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) N. Imam Akbari mengatakan, kekeringan atau kemarau yang berkepanjang ini akan ada banyak aspek yang disoroti.

“Dengan terjadinya kemarau  ada kualitas kehidupan sosial yang terdampak. Misalnya debit air yang berkurang akan mempengaruhi konsumsi air. Sedangkan air adalah kebutuhan vital manusia. Manusia sendiri masih bisa bertahan ketika tidak makan, namun ketika tidak ada air (tidak minum), hanya akan bertahan dalam hitungan hari,” tuturnya melalui keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.