Senin, 26 September 22

333 Hotspot di Kaltim Ganggu Penerbangan

333 Hotspot di Kaltim Ganggu Penerbangan

Samarinda, Obsessionnews – Sempat berkurang di bawah 100 titik panas (Hotspot) di Kalimantan Timur, hari ini kembali bertambah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir, citra satelit TERRA-AQUA pukul 06.00 WITA pagi tadi mendeteksi 333 hotspot. Penerbangan di dua bandara di Kalimantan Timur pun terganggu akibat kabut asap.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung Sutrisno menjelaskan dari 333 hotspot, terbanyak berada di Kutai Kartanegara dengan 122 titik, disusul Kutai Timur 81 titik, Berau 34 titik, Paser 31 titik, Kutai Barat 20 titik, Bontang 4 titik dan Samarinda 3 titik.

“Juga ada di Kabupaten Mahakam Ulu dan kota Balikpapan masing-masing 2 hotspot,” kata Sutrisno, Kamis (8/10)

Sementara itu, mengacu alat pengukur kadar asap Particulate Matter (PM) 10 yang ada di BMKG Stasiun Meteorologi, kepekatan kabut asap pukul 06.00 WITA tercatat 149 mikrogram per meter kubik meski berangsur turun menjadi 107 mikrogram per meter kubik pada pukul 13.00 WITA.

“Sangat mendekati level waspada 150 mikrogram per meter kubik,” ujar Sutrisno.

Sementara, Kasi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Temindung Samarinda, Roesmanto, menerangkan, pesawat Susi Air jenis Cessna Caravan yang melayani penerbangan perintis, sempat meninggalkan Samarinda menuju Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

“Sementara pesawat Kalstar rute Samarinda ke Berau, setelah mengalami delay beberapa kali, akhirnya dibatalkan karena pesawat yang sama dari Berau, batal terbang karena cuaca kurang bagus. Iya, kabut asap,” kata Roesmanto.

Pantauan di Samarinda, tidak ada satupun pesawat yang terbang selain Susi Air dari Bandara Temindung. Demikian pula halnya tidak ada pesawat yang mendarat di Samarinda hingga pukul 15.00 WITA siang ini. Sementara, pesawat berbadan kecil, sempat melintas di langit Samarinda dari arah utara Samarinda menuju ke selatan. Kota Samarinda sendiri, saat ini tengah berselimut kabut asap.

“Mungkin pesawat itu bukan ke Samarinda, tapi ke Balikpapan,” imbuh Roesmanto. (Husni Fahmi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.