Sabtu, 28 Mei 22

28 Mahasiswa Baru Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia di Maroko

28 Mahasiswa Baru Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia di Maroko
* Pelepasan calon mahasiswa baru penerima beasiswa kuliah di Maroko, Kamis (4/11/2021). (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com –  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) melepas 28 calon mahasiswa baru yang akan kuliah di Maroko. Mereka adalah para penerima beasiswa Moroccan Agency fo International Cooperation (AMCI) Maroko tahun 2021.

 

Baca juga:

LSPR Luluskan 440 Mahasiswa Terpilih dari 142 Perguruan Tinggi di Indonesia dalam Program KMMI

Mahfud MD: Mahasiswa di Luar Negeri adalah Duta Bangsa

Wamenag Berharap Mahasiswa Harus Jadi Katalisator dan Dinamisator Moderasi Beragama

 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno mengingatkan, selain sebagai pelajar, mereka adalah utusan bangsa, representasi bangsa Indonesia. Untuk itu mereka juga harus dapat menjunjung tinggi simbol negara Indonesia di sana.

“Anda adalah kelompok kecil yang terpilih dari jutaan anak bangsa untuk mewakili Indonesia di negara lain. Oleh karena itu saya berharap jaga betul nama baik Indonesia di negeri orang,” pesan Suyitno di Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Dikutip dari situs resmi Kemenag, Jumat (5/11), dalam kesempatan tersebut Suyitno juga berpesan agar para mahasiswa menjaga marwah Kemenag yang telah memberikan izin kepada mereka untuk belajar di Maroko. Kemenag saat ini tengah terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama. Karenanya moderasi beragama harus menjadi core value para duta negara dan bisa ditunjukkan kepada masyarakat dunia.

Hal senada disampaikan Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasan Basri Sagala. Menurutnya, para calon mahasiswa baru di Maroko harus selalu menjaga niat dalam belajar. Misi utama berangkat ke Maroko adalah untuk menimba ilmu dan menyelesaikan studi.

“Tidak semua anak muda Indonesia mendapatkan kesempatan ini. Oleh karena itu adik-adik harus memaksimalkan peluang ini untuk menjadi yang terbaik,” ujar Hasan.

“Kesuksesan anda dalam pendidikan menjadi kebanggaan Kemenag dan Indonesia. Raihlah prestasi yang membanggakan, bayar jerih payah negara ini dengan suksesnya anda dalam pendidikan,” lanjutnya.

Sebelum diberangkatkan ke Maroko, 28 orang calon mahasiswa baru ini mendapatkan pembinaan (pre departure) selama tiga hari, 2 – 4 November 2021 di Jakarta. Menurut Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Adib Abdushomad, pembinaan dimaksudkan untuk memberikan penguatan pemahaman wawasan keislaman yang moderat sekaligus persiapan teknis keberangkatan mereka ke Maroko.

“Jaga soliditas dan kebersamaan sebagai mahasiswa Indonesia, bukan lagi mahasiswa dengan asal kedaerahan masing-masing,” pesan Adib yang merupakan alumni dari flinders university Australia.

Tahun 2021 ada 30 calon mahasiswa penerima beasiswa Moroccan Agency fo International Cooperation (AMCI) Maroko. Namun, ada dua peserta yang mengundurkan diri jelang keberangkaan sehingga tidak dapat digantikan. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.