Sabtu, 4 Februari 23

20 Mei, HMI Tetap Demonstrasi Tanpa Anarkis

20 Mei, HMI Tetap Demonstrasi Tanpa Anarkis

Jakarta, Obsesionnews – Meski Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia membatalkan agenda turun ke jalan pada 20 Mei 2015, namun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan tetap melakukan aksi demo massa besar-besaran memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada hari Rabu (20/5).

Ketua Umum PB HMI Drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan bakal menurunkan ribuan kader, dari sejumlah 270 cabang se-Indonesia. Demonstrasi yang akan dilakukan bukan dalam agenda penurunan rezim Jokowi-JK sebagaimana yang banyak diisukan para aktivis yang lain.

Melalui agenda turun ke jalan, tidak lain HMI bertujuan untuk menyampaikan aspirasi. Momen 20 Mei dimanfaatkan untuk mengingatkan pemerintah agar sistem pemerintahan serta konflik interes yang dipertontonkan secara terang-terangan segera dihentikan. Baik konflik di supremasi hukum, persoalan ekonomi, korupsi, kolusi dan nepotisme.

Menurut Arief, pemerintahan Jokowi perlu disadarkan karena di era reformasi masih banyak utang-utang yang harus diselesaikan.

Sebelumnya, Ketua Umum PB HMI pada Senin (18/5/2015), telah menemui Presiden Jokowi secara langsung, dengan menyampaikan kritikan terkait keburukan ekonomi Indonesia yang begitu merosot. Menurutnya, hal itu salah satu indikator kabinet ekonomi tidak fokus mengurusi pekerjaan dan tanggungjawabnya sendiri.

“Kemarin, saya ketemu Presiden. Kita sudah sampaikan bahwa besok serentak turun ke jalan memperingati reformasi. Kita bakalan kontrol-lah, untuk memperingatkan pemerintah supaya tidak tuli,” ungkapnya usai menghadiri acara Forum Wartawan Joaeng yang bertema Nasib Pemerintah Jokowi di Bulan Mei yang digelar di Jakarta, Selasa(19/5/2015).

Demo HMI

Ia juga mempastikan, tidak ada gerakan anarkis di beberapa titik daerah seperti Makassar, Medan dan Jakarta, selama gerakan tidak diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Saya kira teman-teman mahasiswa tidak menghendaki ada hal yang anarkis. Namun ketika diprovokasi, jiwa mudanya pasti muncul. Itu mungkin yang perlu kepada teman-teman untuk lebih hati-hati supaya tidak ada provokasi yang dilakukan segelintir orang yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Arief mengingatkan, membangun gerakan tidak boleh paranoid, sebagaimana BEM SI membatalkan agenda aksi dengan alasan tidak mau ditunggangi para elit yang berebut kekuasaan.

“Saya kira tidak boleh paranoid juga, karena kemerdekaan berdaulat kita sendiri. HMI itu ada sama kita dan tidak melekat pada unsur-unsur yang lain ‘tetap turun’. Selama ini kita turun ribuan, kita punya 600 ribu kadet dari 270 cabang, dan memang tidak semua turun,” tandasnya.

Selain itu, Arief juga memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk memerangi penumpang gelap yang ada di Istana. “Saya kira Jokowi mandat rakyat sehingga tidak perlu ada kekhawatiran lebih terhadap kebijakan-kebijakan yang akan diambil. Jangan terpengaruh dengan penumpang gelap yang selama ini berupaya menjadi benalu terhadap pemerintah. Presiden harus memiliki keberanian dan kepercayan diri,” tegasnya. (Asma)

Post source : Arief, Ketua Umum PB HMI.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.