Jumat, 24 November 17 | 10:34 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Jokowi: Wilayah Pinggiran Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Jokowi: Wilayah Pinggiran Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Photo Credit To Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet.

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebagai negara kepulauan dengan lintang geografis yang sangat luas, Presiden Jokowi melihat saat ini penempatan gelar pasukan TNI di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, di titik selatan bagian timur, maupun di titik selatan bagian barat Indonesia masih kurang.

Padahal, menurut Presiden, titik-titik tersebut bukan hanya merupakan wilayah terluar dan terdepan dari NKRI, tapi juga wilayah-wilayah yang sangat potensial untuk tumbuh menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk itu saya minta gelar pasukan TNI juga memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional kita yang tidak lagi bersifat Jawa sentris tapi harus Indonesia sentris,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Rapat terbatas kali ini dibahas mengenai sinkronisasi gelar pasukan dengan pembangunan nasional. Penataan gelar pasukan TNI merupakan keharusan untuk membangun postur pertahanan negara yang kuat, pertahanan negara yang kokoh untuk mengatasi semua ancaman terhadap kedaulatan negara.

Kepala Negara mengatakan dalam 2 tahun terakhir pemerintah fokus untuk mempercepat pembangunan pinggiran, kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia. Presiden ingin pembangunan dilakukan lebih merata sehingga mampu mengatasi kesenjangan antar wilayah, terutama kawasan barat dengan kawasan timur Indonesia

“Saya yakin dengan pembangunan antar wilayah maka daerah-daerah di wilayah pinggiran di kepulauan natuna di bagian barat, kepulauan Miangas di bagian utara, Biak Merauke di sebelah timur sampai Pulau Rote dan sekitarnya di sebelah selatan akan tumbuh menjadi sentra sentra ekonomi baru, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Dalam ratas ini, Presiden Jokowi juga ingin menekankan agar TNI lebih siap menghadapi corak peperangan masa depan di tengah kondisi geografis khas negara Indonesia yaitu sebagai negara kepulauan, sehingga masyarakat di pinggiran merasa menjadi warga negeri Indonesia sesungguhnya.

“Mereka akan merasakan keadaan negara, sehingga mereka merasa semakin bermartabat serta semakin bangga menjadi warga Indonesia,” tutup Presiden. (Has)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah

%d blogger menyukai ini: