Rabu, 20 Oktober 21

Wujudkan Transformasi Digital, Kementerian ATR/BPN Komitmen Modernisasi Layanan Pertanahan

Wujudkan Transformasi Digital, Kementerian ATR/BPN Komitmen Modernisasi Layanan Pertanahan
* Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Himawan Arief Sugoto. (Foto: Humas Kementerian ATR/BPN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto hadir sebagai Honorable Speaker pada acara 20th Anniversary The Centre for Spatial Data Infrastructures & Land Administration (CSDILA) secara daring pada Kamis (23/09/2021). Kesempatan ini diberikan sebagau bentuk apresiasi CSDILA atas kerja sama dan komitmen Kementerian terhadap transformasi digital untuk menciptakan kantor pertanahan modern.

Dalam sambutannya, Sekjen mengutarakan apresiasi terkait kerja sama Kementerian ATR/BPN dengan CSDILA khususnya dalam rangka peningkatan transformasi digital. Ia juga turut mengucapkan selamat atas 20 tahun berdirinya CSDILA serta pencapaian-pencapaian yang telah dicapai oleh CSDILA, terutama yang berkaitan dengan kerja sama antara CSDILA dengan Kementerian ATR/BPN.

Sekjen mengungkapkan terkait keadaan Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Ia berkata bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19. “Kita merasa sangat optimis terhadap usaha besar yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengubah situasi menjadi lebih baik,” terangnya dikutip Obsessionnews situs Kementerian ATR/BPN pada Jumat (24/9).

Berdasarkan hal tersebut, Sekjen menjelaskan bahwa Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil melanjutkan agenda transformasi digital demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung Ease of Doing Business (EoDB), sebagai wujud upaya mendukung peningkatan ekonomi pada situasi Covid-19. “Kami melanjutkan untuk mempercepat program transformasi digital demi meningkatkan kualitas perencanaan data pertanahan,” jelas Sekjen.

Transformasi digital yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN meliputi peningkatan layanan digital dan aplikasi serta mengubah pemrosesan data dari manual ke digital. “Sejak tahun lalu, kami telah mengubah proses manual menjadi digital terhadap beberapa layanan pertanahan. Semua usaha dan implementasi layanan digital ini tak lepas dari kerja sama kami dengan CSDILA serta dukungan dari World Bank,” ungkapnya.

Himawan Arief Sugoto juga berkata bahwa peran CSDILA bersama Kementerian ATR/BPN begitu lekat, khususnya dalam pengembangan roadmap transformasi digital. Ia juga berkata bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program transformasi digital sebagai upaya membentuk kantor modern dengan mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi melalui berbagai platform. “Saya berharap CSDILA dapat terus menyediakan data spasial dan infrastruktur pertanahan terbaik. Ke depan, semoga kerja sama kita akan lebih intensif dan lebih baik demi agenda transformasi digital di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur CSDILA, Abbas Rajabifard mengungkapkan apresiasinya kepada semua pihak mulai dari seluruh kolega, kawan, advising member dan seluruh anggota yang terlibat selama 20 tahun CSDILA berdiri. Ia berkata bahwa sejak tahun 2001, CSDILA terus berupaya menyediakan layanan berupa pendekatan modern pertanahan terintegrasi. “Dengan kolaborasi dari pihak industri, pemerintah dan berbagai pihak, kita semua akan menemukan berbagai solusi terkait perencanaan pertanahan. Terima kasih kepada semua pihak yang semangat turut serta, saya mengapresiasi sekali,” tutup Abbas Rajabifard.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh CSDILA Melbourne University Australia ini merupakan kegiatan yang berskala dunia dan dihadiri oleh World Bank, United Nations dan berbagai Lembaga yang berhubungan dengan modern land management dari berbagai dengan peserta sebanyak 318 orang dari 75 negara. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.