Selasa, 24 September 19

Wow! Sengatan Belut Listrik Ini 860 Volt

Wow! Sengatan Belut Listrik Ini 860 Volt
* Electrophorus voltai adalah satu dari dua spesies belut listrik yang ditemukan di Amazon. (BBC)

Inilah belut listrik ‘terkuat di dunia’ yang baru ditemukan di Amazon, sengatannya mampu lepaskan tegangan listrik 860 volt. Padahal, tegangan listrik di perumahan hanya 220 volt.

Sebelumnya diyakini bahwa hanya ada satu jenis Poraque, yaitu Electrophorus electricus, yang digambarkan pada tahun 1766 oleh seorang peneliti Swedia, Carl Linnaeus. Namun dua spesies baru lantas ditemukan. Keduanya dibedakan oleh tegangan listrik yang dihasilkan dan proses penyusunan DNA-nya.

“Fakta bahwa kedua spesies ditemukan 250 tahun setelah kelompok pertama itu, digambarkan sebagai sebuah contoh betapa besarnya keanekaragaman hayati yang ada di Amazon,” ujar Santana.

“Dan bukan hanya dari Amazon. Kita hanya tahu sebagian kecil keanekaragaman hayati di planet ini. Dan kita bahkan tahu lebih sedikit tentang biologi dari spesies-spesies ini – baik hewan maupun tumbuhan,” tambahnya.

“Kita tidak bisa membiarkannya dirusak. Dalam jangka panjang kerugiannya sangatlah besar.”

“Penelitian terhadap keanekaragaman hayati sangatlah penting. Banyak komponen obat komersial yang kita gunakan sekarang berasal dari tanaman dan binatang yang ditemukan melalui penelitian terhadap spesies-spesies ini. Masing-masingnya merupakan gudang genetik yang sangat besar.”

Carlos David de Santana disetrum beberapa kali saat berusaha menangkap Poraque. (BBC)

Kedutan
Meskipun satu dari dua spesies yang ditemukan, Electrophorus voltai mampu menghasilkan tegangan listrik sebesar 860 volt, hampir empat kali lipat tegangan listrik dari sakelar rumah tangga sebesar 220 volt, hewan ini tidak mematikan bagi manusia karena arus listriknya rendah, jelas Santana kepada BBC.

“Tidak cukup untuk membunuh seseorang. ‘Sakelar’nya menghasilkan arus yang konstan.

“E. voltai menghasilkan pelepasan arus secara bergantian. Ketika ia melepaskan pertama kali, sengatannya bertahan selama satu hingga dua detik, dan ia memerlukan waktu untuk mengisi daya listriknya,” ungkap Santana yang sudah beberapa kali disetrum belut listrik.

“Tentu saja sakit, otot Anda mengalami kedutan,” imbuhnya.

Meski demikian, secara teoritis, jika seseorang di sungai dikelilingi oleh ikan-ikan ini, maka masalahnya akan jauh lebih serius.

Menurut Santana, ketika seekor ikan melepaskan listrik, maka ikan lainnya akan ikut melakukan hal yang sama. Dalam hal itu, manusia yang berada dekat dengan mereka akan mengalami serangan jantung dan tenggelam.

“Tapi saya belum pernah mendengar hal itu terjadi,” ungkapnya.

Tidak seperti yang diyakini sebelumnya, spesies ini tidak soliter dan bisa hidup secara berkelompok, hingga 10 ekor.

Electrophorus voltai dinamai sesuai nama fisikawan Alessandro Volta, penemu baterai listrik.

Spesies lain yang ditemukan diberi nama Electrophorus varii, sebagai tribut kepada ahli hewan Richard P. Vari, peneliti Smithsonian yang meninggal tahun 2016.

Kedua spesies baru itu ditemukan di Sungai Xingu dan Tapajós, dan untuk sementara tidak tergolong spesies yang terancam. Namun krisis lingkungan di Amazon yang tengah terjadi bisa jadi mengubah status itu.

“Sungai Xingu dirusak oleh bendungan PLTA Belo Monte, yang akan memengaruhi populasi ikan,” ujar Santana.

“Dan seluruh keanekaragaman hayati Amazon berada di bawah ancaman. Sungguh memalukan apa yang terjadi, dengan banyaknya spesies yang belum ditemukan. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.