Minggu, 7 Maret 21

Wow! Malaysia Batalkan Proyek Cina Rp281 Triliun

Wow! Malaysia Batalkan Proyek Cina Rp281 Triliun

Sikap Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad memang kelewat berani. Setelah malaysia dicoret (dibatalkan) sebagai tuan rumah Kejuaraan Renang Difabel Dunia 2019 Komite Paralimpiade Internasional (IPC), gara-gara Malaysia menolak mengizinkan atlet-atlet Israel berpartisipasi. Kini, Mahathir dengan tegas batalkan proyek 20 miliar dolar (Rp 281 triliun) yang didanai Cina.

Proyek kereta api pesisir timur Malaysia ini adalah salah satu proyek infrastruktur dalam bentuk proyek Satu Sabuk dan Satu Jalan (OBOR) yang akan diluncurkan di Malaysia dan dieksekusi oleh perusahaan China Communications Construction Company.

Proyek Jalur Sutra Modern yang dikenal dengan nama “Satu Sabuk dan Satu Jalan” adalah rencana investasi untuk infrastruktur ekonomi lebih dari 60 negara yang diluncurkan oleh Xi Jinping, Presiden Cina pada tahun 2013.

Pembatalan proyek tersebut dilakukan setelah upaya untuk menekan biaya gagal dan hal ini mengakhiri spekulasi dalam beberapa bulan terakhir terkait proyek ini. Menteri Perekonomian Malaysia Azmin Ali, Sabtu (26/1/2019), menegaskan keputusan pembatalan proyek ini diambil pemerintah dalam sebuah rapat kabinet minggu ini.

Proyek ini ditangani Perusahaan Konstruksi dan Komunikasi China (CCCC) dan 85 persen pembiayaan ditanggung Bank Ekspor-Impor China. Saat proyek ini diserahkan kepada CCCC pada 2016 oleh PM Malaysia saat itu Najib Razak, rencana pembangunan Jaringan Kereta Api Pantai Timur (ECRL) ini dianggap sebagai pondasi “inisiatif sabuk dan jalan” yang dirancang Presiden Xi Jinping.

Azmin mengatakan, proyek ini terlalu mahal untuk pemerintah Malaysia, yang memiliki banyak utang akibat skandal dalam pemerintahan Najib Razak.”Jika proyek ini tak dibatalkan, bunga yang harus kita bayarkan hampir 1 miliar ringgit (Rp 3,4 triliun),” kata Azmin kepada jurnalis di kantornya.

“Kita tak dapat menanggung bunga sebesar itu saat ini, sehingga proyek ini harus dibatalkan tanpa mengganggu hubungan Malaysia dengan China,” tambahnya.

Jauh sebelumnya, saat Najib Tun Razak masih berkuasa sebagai PM Malaysia, Mahathir sudah memperingatkan pemerintah Razak atas ketergantungan pada pinjaman luar negeri dari Cina. Dalam sebuah pernyataannya, pada 2 November 2016 lalu, Mahathir menilai pinjaman luar negeri bisa membahayakan kedaulatan Malaysia. .

Sebagai catatan, saat melakukan kunjungan resmi ke Beijing yang lalu, PM Najib Tun Razak melakukan penandatanganan sebuah perjanjian di mana Cina akan memberikan pinjaman lunak ke Malaysia sebesar 13 miliar dolar untuk pembangunan proyek East Coast Rail Line (ECRL). Proyek ECRL akan menghubungkan Kuala Lumpur ke kota pesisir Tumpat di timur laut Malaysia.

Mahathir juga memperingatkan bahwa kedaulatan Malaysia mungkin dipertaruhkan mengingat upaya Cina untuk menyelesaikan sengketa di Laut Cina Selatan secara bilateral, bukan secara kolektif dengan ASEAN sebagai sebuah kelompok.

Dia menegaskan bahwa tindakan Cina dapat merusak sentralitas ASEAN dalam menyelesaikan masalah regional, seperti klaim teritorial yang tumpang tindih di Laut Cina Selatan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.