Minggu, 15 September 19

Wow! Amien Rais Didesak Mundur Dari PAN?

Wow! Amien Rais Didesak Mundur Dari PAN?
* Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Lima orang yang mengaku sebagai pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, Zumrotin dan Abdillah Toha, dikabarkan mendesak Amien Rais untuk mundur dari kegiatan politik PAN karena kelimanya menganggap orientasi dan praktik politik yang diterapkan Amien Rais melenceng. Sebagaimana diberitakan, surat yang diteken lima orang tersebut pada Selasa (26/12/2018), meminta Amien Rais untuk lengser dari jagat perpolitikan PAN.

Atas berita heboh yang mendesak pentolan PAN untuk mundur tersebut, Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo terpaksa membuat Surat Terbuka kepada Lima Pendiri PAN karena saking banyaknya wartawan yang mengejar dan bertanya kepada Dradjad.

 

Baca Juga: Dinilai Melakukan Politisasi Agama, Para Pendiri PAN Desak Amien Rais Mundur

 

Berikut jawaban Dradjad melalui Surat Terbuka :

Pertama, saya sangat menghormati dan berterima kasih kepada para pendiri, termasuk pak Abdillah, mas GM, pak Albert, bu Toeti, dan mbak Zum. Namun sesuai prinsip-prinsip yang beliau sebutkan, sebagai yunior saya wajib bersuara.

Surat beliau itu tidak obyektif karena tidak sesuai fakta. Contohnya, pak Amien dituduh sering melakukan manuver politik yang tidak sejalan dengan kelima prinsip tersebut. Mari kita lihat prinsip ke 4 dan 5 tentang keterbukaan, inklusif, persamaan hak dan kewajiban warga negara.

Kita lihat kasus Bara Hasibuan, putra pak Albert Hasibuan. Dalam Pileg 2014 menurut rekap KPU Sulut jumlah suara Bara adalah 17.672 suara. Bara tidak lolos ke Senayan. Yang terpilih adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dengan suara 112.758, yang lalu dikoreksi menjadi 103.801 suara.

Karena Yasti mundur untuk menjadi Bupati Bolmong, Bara menggantikannya sebagai anggota DPR. Yasti beragama Islam, sebagian besar pemilihnya adalah saudara kita Muslim dari Kabupaten Bolmong. Bara bergama Kristen, tapi hanya belasan ribu saudara kita Kristiani Sulut yang memilih dia.

Faktanya, pergantian Yasti ke Bara mulus-mulus saja di PAN. Tidak ada isu agama apapun. Padahal, kursi Bara itu berasal dari puluhan ribu bahkan mungkin lebih 100 ribu suara Muslim. Pak Amien dan bang Zulkifli Hasan sangat mendukung.

Jika pak Amien dan PAN tidak inklusif, tidak terbuka, tidak menghormati persamaan hak warga negara dan hak anggota PAN, apa mungkin pergantian ini mulus? Kurang inklusif bagaimana pak Amien dan PAN?

Jika melihat 4 tuduhan pertama terhadap pak Amien, saya meyakini surat itu tidak lepas dari dukungan pak Amien dan PAN ke mas Prabowo, bukan ke pak Jokowi. Terus apa pak Amien tidak boleh mendukung Prabowo? Apakah salah jika Rakernas PAN 2018 mendukung Prabowo? Bukankan itu hak warganegara yang ada di PAN? Jika ada pengaruh kuat pak Amien dalam Rakernas, mengapa beliau berlima pengaruhnya tidak kuat juga di dalam PAN? Mengapa beliau berlima tidak menyuarakan aspirasi dalam Rakernas?

Manuver pak Amien disebut destruktif bagi PAN. Bukti empirisnya apa? Faktanya, dalam Pileg 2014 kursi dan suara PAN naik. Itu tidak lepas dari kerja bang Hatta sebagai Ketum, semua kader dan tentu manuver politik pak Amien.

Soal tuntutan mundur, posisi dan peran pak Amien itu selalu “jelas dan tuntas” dalam Kongres, forum tertinggi PAN. Apakah bapak/ibu berlima hendak mengajari yuniornya untuk tidak taat kepada keputusan Kongres?

Sebagai penutup, mohon maaf sekali atas kekritisan saya.

Salam hormat dari yunior
Dradjad

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.