Rabu, 20 Oktober 21

Waspadai Penyebab Sakit Jantung di Usia Muda

Waspadai Penyebab Sakit Jantung di Usia Muda
* Ilustrasi penyakit jantung. (*/PR)

Penyakit jantung tak lagi menjadi masalah kesehatan yang kerap menyerang orang-orang lanjut usia. Meski semakin bertambah usia, risiko terkena masalah kardiovaskular akan semakin meningkat, penyakit ini justru lebih rentan dijumpai pada usia muda dan dewasa produktif yang tidak menerapkan pola hidup dan kebiasaan yang sehat sehari-hari.

Jantung memiliki pembuluh darah arteri koroner yang tugasnya sangat penting. Pembuluh ini bertugas menyalurkan darah yang kaya kandungan oksigen menuju ke seluruh organ tubuh. Apabila pembuluh darah ini mengalami penyempitan atau penyumbatan, tentu aliran darah yang menuju ke jantung akan semakin berkurang. Akibatnya, terjadilah serangan jantung dan berbagai masalah kesehatan jantung lainnya. Lalu, apa yang menjadi penyebab sakit jantung pada usia muda dan dewasa produktif?

Memiliki Kebiasaan Merokok
Merokok tidak pernah memiliki manfaat positif untuk tubuh. Sebaliknya, kebiasaan ini justru akan membawa banyak dampak negatif untuk kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Orang-orang dewasa muda yang merokok akan berisiko tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya. Tak tanggung-tanggung, risikonya meningkat hingga 8 kali lipat.

Dr. Willie Lawrence, seorang Kepala Bagian Kardiologi di Research Medical Center di Kansas City, Missouri mengatakan bahwa merokok adalah faktor risiko yang sangat kuat yang hadir secara tidak proporsional pada pengidap penyakit jantung yang lebih muda. Jadi, berhentilah merokok sekarang juga!

Komplikasi Kehamilan
Wanita yang mengalami preeklamsia, diabetes gestasional, kelebihan berat badan, atau mengalami persalinan prematur selama kehamilan berada pada peningkatan risiko penyakit jantung dini. Direktur Medis Perawatan Kesehatan Wanita di Princeton, New Jersey, Dr. Maria Sophocles mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena masalah terkait arteri biasanya merupakan inti dari kondisi eksklusif kehamilan.

Kelahiran prematur sering terjadi karena sistem pembuluh darah ibu dan bayi terganggu. Sering kali, masalah ini muncul karena pembuluh darah tidak dapat mendukung kehamilan lagi. Jadi, hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa mungkin sistem kardiovaskular dalam tubuh tidak akan normal lagi untuk jangka panjang.

Depresi
Depresi melepaskan hormon stres dan meningkatkan bahan kimia inflamasi yang dapat menyebabkan penyempitan arteri. Kondisi ini juga berdampak pada faktor gaya hidup yang mungkin akan menunjukkan efek langsung pada kesehatan fisik. Depresi membuat kamu tidak nafsu makan, tidak berolahraga, dan tidak bersosialisasi. Bahkan, kamu pun akan mengalami gangguan tidur dan kecemasan berlebihan.

Sudah pasti, stres dan depresi yang tidak ditangani memiliki dampak buruk pada kondisi kesehatan secara keseluruhan, baik fisik maupun mental. Ini artinya, risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung pun akan meningkat. Sebaiknya, kamu tahu bagaimana caranya mengelola stres dengan benar, misalnya dengan berolahraga, melakukan yoga, meditasi, atau mengisi waktu dengan melakukan aktivitas yang disukai. (Halodoc/Red)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.