Minggu, 29 Januari 23

Wamenag Zainut: Eksistensi Wanita Syarikat Islam Bukti Kontribusi Perempuan dalam Kemajuan Indonesia

Wamenag Zainut: Eksistensi Wanita Syarikat Islam Bukti Kontribusi Perempuan dalam Kemajuan Indonesia
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi memberikan sambutan dan sekaligus membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 Wanita Syarikat Islam (WSI) di Jakarta, Jumat (9/9/2022). (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Wanita Syarikat Islam (WSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 di Jakarta. Keberadaan WSI berawal dari Sarekat Siti Fatimah tahun 1918 di Garut, Jawa Barat. Kiprahnya merentang panjang lebih dari satu abad di Indonesia.

“Eksistensi Wanita Syarikat Islam menjadi bukti bahwa perempuan peduli dan mampu berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” terang Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka Munas WSI di Jakarta, Jumat (9/9/2022), sebagaimana dikutip dari siaran pers.

 

Baca juga:

Respons Kasus Amoral Oknum, Wamenag Zainut Ajak Masyarakat Kawal Reputasi Pesantren

Webinar Kebangsaan LDII, Wamenag Zainut Kita Ini Warga Negara, Bukan Sekedar Penduduk di Satu Wilayah

Buka Konferensi Internasional The 8th ICEMS 2022, Wamenag Zainut Harap Kampus Masifkan Penguatan Moderasi Beragama

 

Wamenag mengatakan, peran perempuan di Indonesia tidak hanya terbatas dalam lingkup keluarga saja. Perempuan dapat berkontribusi dalam lingkup yang lebih luas, yaitu negara. Hak-hak perempuan Indonesia, terakomodir dengan baik, tidak didiskriminasi.

Menurutnya, sebagai warga negara, perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai bidang, baik dalam bidang pendidikan, sosial, bahkan ekonomi. Dalam bidang pendidikan, perempuan mampu berperan sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didiknya, juga sebagai ibu yang mendidik anak-anaknya menjadi warga negara yang baik.  Dalam bidang sosial, seorang perempuan mampu menjadi jembatan untuk membangun keharmonisan kehidupan sosial. Adapun dalam bidang ekonomi, perempuan mampu menjadi pelaku sekaligus penggerak untuk membangun ekonomi kreatif dan inovatif.

“Apabila masih ditemukan sebagian kecil golongan yang tidak mengindahkan hak-hak perempuan dan anak, maka Wanita Syarikat Islam harus terus berjuang untuk meluruskan gagasan-gagasan yang mereka pegang,” pesan Wamenag.

Wamenag berharap Munas Wanita Syarikat Islam XI tahun 2022 ini menjadi momentum untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan besar yang menentukan arah dan wajah organisasi ke depan.

“Semoga kebijakan-kebijakan yang lahir kelak dapat memberikan manfaat khususnya bagi WSI, umumnya bagi negara Indonesia,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.