Jumat, 30 Oktober 20

Wamenag: MTQ Bukan Hanya Sebagai Syiar Islam, Namun Juga Syiar Rukun untuk Seantero Negeri

Wamenag: MTQ Bukan Hanya Sebagai Syiar Islam, Namun Juga Syiar Rukun untuk Seantero Negeri
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Dataran Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang, Sabtu (19/9/2029) malam. (Foto: Humas Kemenag)

Tanjungpinang, Obsessionnews.com
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (19/9/2029) malam. Seremonial pembukaan MTQ VIII yang ditandai pemukulan bedug ini berlangsung di Dataran Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang.

Baca juga: 

Marak Pro dan Kontra, Wamenag Buka Sosialisasi Program Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat

Polemik Dai dan Penceramah Bersertifikat, Ini Tanggapan Wamenag

Hadir dalam acara itu Gubernur Kepri, Ketua DPRD Kepri, Kakanwil Kemenag Kepri,  Ketua MUI Kepri, para Bupati, tokoh agama dan masyarakat, serta para delegasi. MTQ Kepri digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas Kementerian Agama, Minggu (20/9), dalam kesempatan itu Wamenag mengatakan, MTQ adalah bagian dari budaya bangsa Indonesia yang mengakar dari desa hingga nasional. Semarak MTQ sangat terasa bahkan hingga desa. Event ini bukan hanya ramai dalam jumlah, namun juga sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan.

Bahkan, meski MTQ ini identik dengan Islam, namun dalam pelaksanaannya juga melibatkan banyak sosok dari berbagai agama. Inilah yang menjadikan MTQ bukan hanya sebagai syiar Islam, namun juga syiar rukun untuk seantero negeri.

“Maka, pada momentum MTQ tahun ini, mari kita pertegas nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Siapa pun yang terlibat dalam event MTQ ini sesungguhnya tengah mendengarkan firman Allah dan juga titah agama untuk tetap menjaga keberislaman dalam bingkai berbangsa dan bernegara. Kerukunan, toleransi dan gotong royong, mari kita jaga dan rawat agar senantiasa menjadi perekat dalam keberagaman,” ujarnya.

“Di tengah wabah Covid-19, tentunya kita semua harus meningkatkan kewaspadaan serta kepatuhan terhadap aturan yang diterbitkan pemerintah,” lanjutnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.