Minggu, 1 Agustus 21

Wajib Diketahui! Ini Penyebab Seorang Muslim Malas Beribadah

Wajib Diketahui! Ini Penyebab Seorang Muslim Malas Beribadah
* Ilustrasi salat. (Foto: Edwin B/obsessionnews.com)

Obsessionnews.com – Wajib diketahui! Salah satu penyebab terbesar seorang Muslim malas beribadah adalah karena adanya godaan setan.

Kondisi saat ini pasti berbeda dibandingkan bulan Ramadan, di mana setan dibelenggu dan karena adanya keberkahan Ramadan.

“Allah kondisikan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, dimana pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, banyak penyeru kebaikan sehingga kita jadi semangat,” ujar Ustadz Syafiq Riza Basalamah dalam sebuah taushiyahnya dikutip dari muslimobsession.com.

Syafiq menjelaskan, saat ini di luar Ramadan kondisi lingkungan berubah dan setan-setan pun sudah dilepas sehingga menyebabkan seorang Muslim loyo dan kendur semangat beribadahnya.

Ketika Ramadan semua orang berbondong-bondong ke masjid untuk salat Isya dan Tarawih, sekarang masjid kembali kosong.

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar tidak malas beribadah?

“Pertama, kita harus berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Berdoa. Karena setan berusaha agar manusia malas. Kalau orang maksa untuk ibadah, setan akan menggoda ‘sudahlah yang penting yang wajib aja, kalau yang sunah kan sunah kalau tidak dilakukan tidak dosa’,” terang Syafiq.

Selain setan, faktor penyebab terbesar malas beribadah adalah jiwa manusia. Pada dasarnya manusia itu senang bersantai, terlebih dapat bisikan setan agar manusia tetap santai daripada harus segera beribadah.

“Faktor ketiga, karena ada dosa di hati kita yang menjadi noktah (titik) hitam. Sehingga solusinya adalah Istighfar, memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar diampuni,” sambungnya.

Faktor berikutnya adalah lingkungan yang menjadikan manusia terlena dan senang pada lingkungan yang tidak memberikan semangat untuk beribadah.

Maka kadang kala seseorang harus pindah atau hijrah meninggalkan kampungnya, tempat kerjanya. Cari tempat kerja atau lingkungan baru yang membuatnya semangat untuk taat beribadah kepada Allah Ta’ala.

“Ada yang mengatakan, di tempat kerja saya ini kok maksiat terus? Waktunya salat tidak ada yang salat. Saya salat diledekin. Lama-kelamaan saya takut seperti mereka. Ini cerita kawan dan akhirnya dia berhenti dari tempat kerja itu,” tutur Syafiq. (Fath/red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.