Minggu, 12 Juli 20

Virus Corona: Kematian di China Tembus 1.000, Pejabat Senior ‘Disingkirkan’

Virus Corona: Kematian di China Tembus 1.000, Pejabat Senior ‘Disingkirkan’
* Korban virus corona di China diangkut ambulance

China telah “menyingkirkan” beberapa pejabat senior setelah jumlah korban yang meninggal dunia setelah terjangkiti virus baru corona menembus angka 1.000.

Sekretaris partai untuk Komisi Kesehatan Hubei dan ketua komisi itu termasuk di antara mereka yang kehilangan jabatan. Mereka merupakan pejabat paling senior yang akan diturunkan pangkatnya.

Wakil direktur Palang Merah setempat juga dihentikan dari jabatannya dengan alasan “kelalaian dalam bertugas” terkait “penanganan sumbangan”.

Pada Senin (10/2/2020), sekitar 103 orang meninggal dunia di provinsi Hubei. Angka itu merupakan rekor tertinggi dalam catatan harian. Jumlah kematian di seluruh China kini mencapai 1.016 orang.

Namun, jumlah kasus infeksi baru secara nasional turun hampir 20% dari hari sebelumnya, yakni dari 3.062 menjadi 2.478.

Komisi kesehatan di Hubei mengkonfirmasi 2.097 kasus baru di provinsi itu pada Senin (10/2). Angka itu turun dari 2.618 kasus dari hari sebelumnya.

Menurut media pemerintah, ada ratusan pemecatan, investigasi dan peringatan di seluruh Hubei dan provinsi lain sepanjang periode wabah.

Namun, penghapusan dari suatu jabatan tertentu – walaupun dianggap sebagai kecaman – tidak selalu berarti orang tersebut akan dipecat. Ada kemungkinan langkah yang diambil hanya sejauh penurunan pangkat.

Selain jabatan mereka yang dicabut, para pejabat juga dapat dihukum oleh Partai Komunis yang berkuasa.

Sebagai contoh, wakil kepala Palang Merah, Zhang Qin, diberi “peringatan serius intra-Partai dan juga penurunan serius secara administratif”, menurut laporan media pemerintah.

Pada awal bulan ini, wakil kepala biro statistik Wuhan dihentikan dari jabatannya dan diberi “peringatan serius intra-Partai dan juga penurunan serius secara administratif karena melanggar peraturan terkait distribusi masker wajah”.

Kepala Komisi Kesehatan Huanggang, kota di provinsi Hubei yang mengalami dampak kedua paling parah setelah Wuhan, juga kehilangan jabatannya.

Dalam beberapa hari terakhir, pihak berwenang China semakin dikritik mengenai cara mereka menangani krisis.

Kematian seorang dokter yang memberi peringatan dan ditekan oleh pihak berwenang memicu kemarahan publik.

Beijing kini telah mengirim tim dari badan anti korupsi tertinggi ke Hubei untuk menyelidiki perawatan Dr Li oleh polisi.

Apa yang terbaru di China?
Saat ini ada lebih dari 42.200 kasus yang dikonfirmasi di seluruh China, dalam krisis kesehatan masyarakat paling parah di negara itu sejak wabah Sars pada 2002-2003.

Komisi kesehatan Hubei mengatakan provinsi itu mencatat 31.728 kasus dengan 974 kematian pada akhir Senin – tingkat kematian berada di 3%.

Lebih dari tiga perempat kematian terjadi di ibukota provinsi Hubei, Wuhan, pusat wabah terjadi. Kota yang dihuni oleh 11 juta orang itu telah telah menjalani isolasi selama berminggu-minggu.

Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di China pada hari Senin untuk bekerja sama dengan pejabat China.

Tim itu dipimpin oleh Bruce Aylward, yang juga berpengalaman mengawasi penanganan oleh WHO sepanjang 2014-2016 terhadap epidemi Ebola di Afrika Barat.

Dalam kemunculan publik yang langka di tengah wabah, Presiden China Xi Jinping pada hari Senin mengunjungi tenaga kesehatan di Beijing yang merawat pasien yang terinfeksi jenis baru virus corona.

Xi Jinping mengenakan masker saat bertemu dengan para tenaga medis di Beijing. Namun, ia masih belum berkunjung ke Wuhan.

Presiden Xi mendesak untuk “langkah-langkah yang lebih tegas” untuk memerangi virus dan mengatakan “kita harus memiliki keyakinan bahwa kita pada akhirnya akan memenangkan pertempuran melawan epidemi ini”.

Bagaimana dengan seluruh dunia?
Empat kasus baru di Inggris diumumkan pada hari Senin dan menjadikan jumlah total orang yang terinfeksi di Inggris menjadi delapan. Pemerintah telah memberi peringatan atas “ancaman serius dan segera”.

Sementara itu, 65 kasus baru diantara penumpang kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan positif mengidap virus corona. Angka ini membawa jumlah total penumpang yang terinfeksi menjadi 135 dari 3.700 penumpang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin ia percaya wabah akan hilang pada bulan April karena cuaca yang lebih hangat. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.