Senin, 28 September 20

Virus Corona Bermutasi Begitu Cepat, Jangan Anggap Enteng dan Sepele

Virus Corona Bermutasi Begitu Cepat, Jangan Anggap Enteng dan Sepele
* Yusril Ihza Mahendra

Oleh: Yusril Ihza Mahendra

Mutasi virus corona ini begitu cepat. Dari type A yang ditemukan di Wuhan, ini sudah bermutasi ke type B dan C hanya dalam tiga bulan. Virus ini amat pintar dan canggih. https://t.co/ftnTkQrgnR

Kecepatan virus ini bermutasi atau berubah bentuk, menyebabkan kesulitan bagi manusia untuk melawannya. Belum lagi obat dan vaksin untuk melawan virus type A ditemukan, virusnya sudah bermutasi ke type B dan C. Tentu masing2 type perlu obat dan vaksin sendiri2 untuk melawannya.

Kepintaran manusia kini ditantang oleh virus ini. Kalau manusia kalah ilmu melawan mereka, virus ini akan membunuh lebih banyak korban. Hanya riset yang serius untuk menemukan obat dan vaksin canggih yang dapat mengalahkan virus ini. Manusia harus bekerjasama melawannya.

Virus ini menyerang umat manusia tanpa pilih2. Semua bangsa, semua ras, kaya atau miskin, tokoh terkenal atau orang biasa, semua menjadi korban. Virus ini juga tidak perduli pada agama. Orang Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, Tao, Shinto, Konghucu bahkan orang atheis dan Komunis semua jadi korban. Virus itu juga tidak perduli tingkat kealiman seseorang. Tokoh agama atau orang biasa, semua bisa jadi korban.

Virus ini juga tidak perduli pada iklim. Mereka hidup di mana saja. Di daerah dingin seperti Eropa dan Amerika Utara, mereka hidup. Di daerah panas di Timur Tengah, mereka hidup. Di daerah subtropis & tropis seperti Asia Tenggara, virus ini jg hidup dan berkembang.

Saya mengajak kita semua jangan anggap enteng virus ini. Jangan anggap sepele. Negara kita belum melaporkan type2 virus corona yang berkembang di negara kita. Riset kita sangat ketinggalan. Kalau ketiga type virus itu secara bersama2 ada di sini, kita bakal kewalahan.

Kita belum bisa membayangkan apakah dalam tiga bulan ke depan virus type A, B dan C yang ada sekarang sudah bermutasi lagi ke type D, E dan F. Kalau asumsi itu benar terjadi, bangsa kita, dan bahkan umat manusia benar2 berada dalam ancaman. Sekali lagi: Jangan anggap enteng!

Sedari awal, akhir Februari saya sudah mengingatkan Pemerintah dan bangsa agar kita waspada menghadapi virus ini. Perangkat hukum yang komprehensif untuk menjadi dasar kita bertindak harus kita buat untuk mengantisipasi keadaan yang mungkin berkembang makin buruk.

Bahkan saya katakan Pemerintah harus siap2 alokasikan dana untuk menghadapi bencana wabah ini karena dampaknya akan sangat besar ke bidang lain. Ini bukan sedekar masalah kesehatan, ini masalah ekonomi, sosial, politik bahkan pertahanan keamanan.

Banyak yang nuding saya ngeyel dan nyinyir. Saya pikir adalah kewajiban saya untuk mengingatkan. Saya berpikir dalam konteks pengalaman dan pengetahuan di masa lalu ketika kita menghadapi SARS. ASEAN waktu itu mengadakan KTT Darurat di Bangkok. Saya ikut Bu Mega datang ke sana. Kita lebih sigap, penyebaran virus berhenti. Covid 19 ini jauh lebih ganas dari SARS. Kini sedang mewabah, entah sampai kapan.

Kini, baik rakyat kita sendiri maupun negara-negara lain sama2 prihatin dengan kesiapan kita menghadapi bencana ini. Kini sudah diterapkan Darurat Kesehatan secara nasional. PSBB mulai dilaksanakan di beberapa daerah. Semua harus dievaluasi, apakah langkah kita sudah tepat dan sudah cukup.

Pemimpin di manapun di dunia ini harus mampu bertindak cepat dan tepat. Salah ambil putusan, lambat mengantisipasi keadaan dan cenderung menganggap enteng sesuatu, harus dijauhi. Kita kini berpacu dengan waktu. Karena itu kita tetap harus tegar. Jangan kalah dengan virus ini!!!

Jakarta 11 April 2020

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.