Minggu, 27 September 20

Usamah Hisyam Pastikan Parmusi Tidak Akan Menjadi Parpol

Usamah Hisyam Pastikan Parmusi Tidak Akan Menjadi Parpol
* Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam di acara Mukernas. (Foto: Sutanto / OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke V ada sebagian pihak yang mengusulkan agar Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berubah menjadi partai politik.

Usulan agar berganti baju menjadi parpol dinilai diperlukan agar Parmusi punya nilai tawar yang kuat dalam menyampaikan aspirasi umat di pemerintahan sehingga pengaruhnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Usulan itu pun menuai tanggapan beragam. Namun mayoritas Pengurus Wilayah (PW) Parmusi menolak.

Bahkan dalam paparannya, Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam menyatakan dengan tegas di bawah kepemimpinannya Parmusi tidak akan berubah atau membentuk parpol. Parmusi kata dia, akan tetap menjadi ormas.

“Soal usulan menjadi parpol, saya pasti kan Parmusi sepanjang kepemimpinan saya tidak berubah menjadi parpol. Itu garansi saya,” ujar Usamah di Hotel Grandhika, Sabtu (21/12/2019).

Menurutnya, Parmusi akan tetap menjadi ormas yang fokus pada gerakan dakwah, bukan lagi menjadi gerakan politik. Hal itu sesuai dengan hasil keputusan Muktamar Parmusi 2015 lalu di Batam. Karena itu, gerakan dakwah Parmusi harus semakin diperluas dengan mendirikan Desa Madani.

“Parmusi orentasinya tetap pada gerakan dakwah karena itu sudah menjadi keputusan Muktamar lalu. Jadi saran saya ke PW tetap fokus pada gerakan dakwah dengan terus mendirkan Desa Madani,” tandasnya.

Parmusi memang tidak akan berubah menjadi parpol. Namun, Usamah tidak melarang kepada kader Parmusi untuk berkarier di parpol tertentu. Bahkan bila perlu bisa menjadi pemimpin di parpol. Yang pasti Parmusi secara institusi tidak berganti menjadi parpol.

Ustadz Abu Imam Rumbara Ketua PW Parmusi Maluku salah satu PW yang menolak jika Parmusi berubah menjadi parpol. Ia pun menyatakan, akan menjadi orang pertama yang keluar dari Parmusi jika ormas ini berganti menjadi parpol.

“Kalau Parmusi menjadi parpol saya orang pertama yang akan keluar,” tegasnya.

Abu Imam mengatakan, sekarang banyak orang menjadi kader Parmusi karena ormasi ini fokus kepada dakwah. Termasuk dirinya. Sebab itu, tidak setuju dengan usulan itu. Ia menilai, Parmusi bisa menjadi besar justru karena gerakan dakwahnya yang langsung menyentuh masyarakat.

“Konsen Parmusi dibidang dakwah dan keumatan saya yakin bisa menjadikan Parmusi semakin berkembang, karena pendekatan dakwah lebih mudah diterima oleh masyarakat dibandingkan politik,” ujar Ustadz Abu.

Hal itu sudah ia buktikan, sejak 2003 lalu, saat dirinya membangun sebuah pondok pesantren di Ambon dan sejumlah wilayah di Maluku.

Dari tahun ke tahun, banyak warga di Maluku yang menjadi Mualaaf, mereka juga bisa turut bisa merasakan pendidikan di sekolah seperti halnya warga Indonesia yang lain.

“Pendekatan dakwah itu kan merangkul mengayomi, menjadikan kita semua bagian dari saudara. Untuk itu saya yakin jika konsistensi ini terus dipegang, maka Parmusi bukan hanya besar di Maluku tapi juga seluruh Indonesia,” jelasnya.

Diketahui Parmusi menggelar Mukernas ke-V di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan pada 20-22 Desember 2019. Mukernas yang dihadiri para pengurus wilayah perwakilan dari 28 provinsi di Indonesia ini mengangkat tema “Membangun Politik Peradaban Melalui Gerakan Dakwah Desa Madani PARMUSI untuk Indonesia Maju.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.