Minggu, 17 Oktober 21

Umat Islam Protes Majalah “Charlie Hebdo” yang Hina Nabi Muhammad

Umat Islam Protes Majalah “Charlie Hebdo” yang Hina Nabi Muhammad

Bima, Obsessionnews – Menyikapi perilaku majalah terbitan Prancis, Charlie Hebdo, yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW yang sedang telanjang, Forum Cinta Rasulullah (FCR) Kota Bima dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), turun ke jalan menggelar aksi unjukrasa, Kamis (29/1/2015).

Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai ormas Islam, mahasiswa dan siswa di Bima itu menggelar aksi long march di Jl. Soekarno-Hatta, Kota Bima. Di sepanjang jalan yang dilewati, massa berorasi dan membagi selebaran yang berisikan protes dan kutukan atas perilaku bejat majalah Perancis tersebut.

“Sikap ini adalah perilaku penghinaan dan pelecehan yang sungguh keji kepada Nabi Muhammad SAW yang kita muliakan dan agungkan setelah Allah SWT dan Al-Qur’an,” tegas Ketua FCR Syafrudin HM Said dalam orasinya.

FCR mengutuk keras setiap pelecehan umat Islam atas nama kebebasan berekpresi di mana pun di dunia ini. Mengutuk keras penghinaan, pelecehan, penggambaran seperti film, poster dan karikatur terhadap Rasulullah oleh siapapun. Penghinaan terhadap Nabi Muhammad itu dapat memprovokasi kehidupan antarumat beragama di dunia yang susah payah telah dibina selama bertahun-tahun.

Para demonstran mendesak pemerintah Republik Indonesia segera menarik Duta Besar Republik Indonesia di Prancis sebagai bentuk protes atas pelecehan tersebut. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Prancis agar menghukum mati para pelaku penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Selain long march, massa juga menggelar orasi di depan kantor Dinas Dikpora Kabupaten Bima dan Kantor Pemerintah Kota Bima yang disambut oleh Wakil Walikota Bima Man H. Abidin bersama jajarannya. Wakil Walikota Bima menyampaikan rasa keprihatinan dan juga mengutuk tindakan pelecehan terhadap terhadap Rasulullah oleh majalah tersebut. Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

Selanjutnya massa menuju ke kantor DPRD Kabupaten Bima dan diterima Ketua DPRD Murny Suciyati bersama Wakil Ketua DPRD Nukrah dan Ketua Komisi I DPRD M. Natsir. Dihadapan ratusan umat Islam itu Nukrah juga mengutuk tindakan pelecehan terhadap nabi besar umat Islam itu dan berjanji akan menindaklanjutinya dengan menyalurkan aspirasi FCR kepada pemerintah pusat.

Setelah mendengar pernyataan dari pimpinan DPRD Kabupaten Bima yang mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (Yuli)

Related posts