Rabu, 17 Juli 19

Turunkan Biaya Logistik, IPC Gunakan Konsep Trilogi Maritim

Turunkan Biaya Logistik, IPC Gunakan Konsep Trilogi Maritim
* Direktur Utama Indonesia Port Corporation (IPC) Elvyn G Masassya. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Implementasi Trilogi Maritim atau jaringan pelabuhan yang terintegrasi (integrated port network) diyakini akan menurunkan biaya logistik nasional.

Konsep ini sejalan dengan  rencana pemerintah untuk menurunkan biaya logistik sebesar 4,9 persen dalam tiga tahun ke depan.

“Konsep IPC untuk ke depan menjadikan trilogi maritim,” ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya di acara silaturahim & buka bersama sahabat media dengan IPC di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Dia menyampaikan, ada beberapa tantangan untuk menurunkan biaya logistik nasional, yakni belum optimalnya jaringan pelayaran, belum adanya standarisasi pelabuhan, serta masih tingginya inefisiensi transportasi darat.

“Dengan Trilogi Maritim, hambatan-hambatan itu bisa ditekan,” tuturnya.

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara 18 Juni 1967 ini mengatakan, biaya logistik nasional IPC di 2018 sebesar 23,6 persen dari total produk domestik bruto.

“Kami yakin dengan Trilogi Maritim biaya logistik turun menjadi 18,7 persen pada tahun 2022,” ungkapnya.

Pria yang kerap menyanyikan musik Jazz ini menjelaskan, konsep Trilogi Maritim mencakup tiga pilar, yaitu standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran, dan industri yang terakses baik dengan pelabuhan.

“Dalam hal standarisasi pelabuhan, perlu ada kualitas standar, baik fisik maupun teknologi yang digunakan,” ucap Elvyn.

Sejak 2016, kata Elvyn, pihaknya melakukan standarisasi pelabuhan dengan menitikberatkan pengembangan fisik serta digitalisasi. Sehingga layanan dan operasional lebih cepat dan mudah.

“IPC terus melakukan transformasi untuk menjadi trade facilitator,” ujarnya.

Terkait kesiapan Pelabuhan Tanjung Priok, IPC menjadi pelabuhan hubungan terbesar di Asia Tenggara. IPC telah membuka layanan pelayaran langsung atau direct call services ke Amerika, Eropa, Australia dan Intra Asia.

“IPC terus mengembangkan layanan direct call dari Tanjung Priok, dan yang terbaru adalah melalui penguatan kerja sama dengan Pelabuhan Ningbo, Cina, akhir April lalu,” ungkapnya.

Dengan layanan direct call, lanjut Elvyn, ekspor atau impor tak perlu lagi mampir ke Singapura. “Tanpa transhipment di Singapura, biaya jasa kepelabuhanan dan jasa tambang (freight cost) terpangkas hingga 40 persen,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.