Rabu, 26 Februari 20

Turnamen Sepakbola di Tiongkok Terancam Virus China

Turnamen Sepakbola di Tiongkok Terancam Virus China
* Peta Kota Wuhan, China

Turnamen sepakbola Piala Meizhou Hakka yang digelar oleh klub kasta kedua sepakbola Tiongkok, Meizhou Hakka FC, terancam menyebarnya virus ‘mematikan’ corona berbahaya yang berasal dari Kota Wuhan, China.

Turnamen ini digelar oleh Meizhou Hakka FC, yang juga mengundang klub K League 1 Sangju Sangmu dan klub raksasa Thailand Chonburi FC. Ketiga klub tersebut akan bersaing dengan Selangor untuk memperebutkan juara pada 24 hingga 29 Januari mendatang di Meizhuo.

Namun, hampir 1.000 kilometer dari sana, sebuah wabah virus mematikan merebak di Wuhan, Hubei, yang sejauh ini membuat 17 orang meninggal dan ratusan orang terinfeksi. Kota yang dihuni sekitar 11 juta penduduk tersebut bahkan harus dikarantina oleh pemerintah Tiongkok.

Terlepas adanya wabah virus Corona di China, nampaknya klub-klub yang dijadwalkan akan bertanding tetap memaksakan untuk datang ke negeri tirai bambu. Seperti klub Malaysia, Selangor, memastikan akan tetap terbang ke negara tersebut untuk mengikuti turnamen pramusim, Piala Meizhuo Hakka, akhir pekan ini.

Meski para pemain merasa cemas, Selangor akan tetap berpartisipasi dalam turnamen Piala Meizhou Hakka akhir pekan ini, bersama tiga klub Asia lain.

Stadion Meizhou Hakka FC, Tiongkok. (whatzx)

Bagaimanapun juga, pelatih Selangor B. Satiananthan, manajemen klub telah memutuskan bahwa keamanan skuat masih terjamin untuk berangkat ke Tiongkok.

“Manajemen memutuskan bahwa kami akan tetap pergi, jadi kami harus tetap pada rencana karena pemerintah Malaysia belum mengumumkan larangan travel ke Tiongkok. Menurut Menteri Kesehatan, kami masih bisa pergi ke sana dan saya harus melakukan seperti instruksi manajemen,” ujarnya seperti dilansir Goal Malaysia.

“Para pemain sedikit cemas, tetapi kami telah menjalani pengarahan untuk berjaga-jaga oleh dokter University of Malaya Medical Centre, sementara manajemen mengamati situasi.

“Jika kami membatalkan partisipasi, kami mungkin mendapat sanksi karena kami telah mengonfirmasi tiga bulan lalu. Kecuali ada larangan travel keluar, maka kami terpaksa harus membatalkan perjalanan. Dari sisi kami, kami ingin dua laga uji coba menghadapi lawan berkualitas.”

Meizhou Hakka FC, Tiongkok

 

Sudah sejauh mana penyebaran wabah ini?
Wabah telah menyebar dari Wuhan ke beberapa provinsi di China. Ditemukan juga beberapa kasus di luar China: tiga di Thailand, satu di Korea, satu di Jepang, satu di Taiwan, dan satu di AS.

Pada hari Rabu (22/1), kota Macau juga melaporkan kasus pertamanya. Sang pasien dilaporkan sebagai seorang wirausahawan yang tiba dari Wuhan pada akhir pekan lalu.

Otoritas di berbagai negara, termasuk Australia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, AS, Rusia, dan Jepang menggencarkan skrining penumpang pesawat terbang dari Wuhan. Sedangkan Inggris baru akan mulai melakukannya.

Makhluk apakah virus ini?
Virus baru ini, dikenal dengan nama 2019-nCoV, dipahami sebagai galur baru virus corona yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Virus corona adalah famili yang terdiri dari banyak virus, namun hanya enam (selain virus baru ini) yang diketahui menginfeksi manusia. Virus Sars yang menyebabkan hampir 800 orang meninggal di seluruh dunia pada awal tahun 2000-an juga tergolong virus korona.

Tanda-tanda infeksi virus corona yang baru meliputi gejala pernafasan, demam, batuk, napas pendek, dan kesulitan bernapas.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin, mengatakan ada bukti bahwa penyakit ini ditularkan terutama melalui saluran pernafasan. Namun demikian, otoritas China belum bisa mengonfirmasi sumber virus tersebut.

“Meskipun rute transmisi virus belum sepenuhnya dipahami, ada kemungkinan virus bermutasi dan risiko penyebaran epidemik yang lebih luas,” kata Li.

Mutasi merupakan perubahan pada materi genetik. Virus, kerap dianggap sebagai peralihan benda hidup dan benda mati, umumnya hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA dan selubung protein.

Ketua Departemen Epidemiologi di Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menjelaskan mutasi itulah yang diduga membuat virus jenis baru ini bisa menular dari manusia ke manusia. Sebelumnya, para ilmuwan mengira 2019-nCoV hanya menular dari hewan ke manusia. (*/GOAL/BBC/RED)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.