Jumat, 7 Agustus 20

Triwulan I-2016 Bank Mandiri Salurkan KUR Rp3,659 Triliun

Triwulan I-2016 Bank Mandiri Salurkan KUR Rp3,659 Triliun
* Kredit Usaha Rakyat (KUR) membantu mengembangkan usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM).

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah memberikan pinjaman dana dengan bunga kecil kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan mikro (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR bermanfaat, karena dapat membantu meningkatkan perkembangan UMKM.

KUR disalurkan oleh beberapa bank plat merah, satu di antaranya adalah Bank Mandiri. Pada periode triwulan I-2016 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp3,659 triliun. Jumlah tersebut disalurkan kepada 78.678 debitur baru atau sekitar 28 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp13 triliun.

Dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp2,751 triliun diteruskan ke sektor ritel, sedangkan KUR Rp908 miliar disalurkan kepada sektor mikro.  Bank Mandiri menargetkan Rp6,5 triliun untuk KUR ritel, Rp6 triliun untuk KUR mikro serta Rp500 miliar diberikan untuk KUR tenaga kerja Indonesia (TKI).

Untuk mencapai target penyaluran tersebut, Bank Mandiri memberdayakan seluruh jaringan bisnisnya, terutama jaringan bisnis mikro yang terdiri dari 939 cabang mikro, 1.427 unit mikro dan 653 kios mikro di seluruh Indonesia.

“Komitmen penyaluran ini sejalan dengan keinginan kami untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai sahabat negeri serta ikut membangunusaha kecil dan menengah (UKM) agar terus dapat meningkatkan kontribusi kepada Tanah Air,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (10/4/2016).

Rohan menjelaskan, penyaluran KUR masih didominasi oleh bidang usaha perdagangan yang mencapai 75 persen, lalu diikuti oleh sektor jasa dan sektor perikanan. Adapun secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Provinsi Jawa Tengah, yakni kepada 5.431 debitur senilai Rp424,7 miliar.

Untuk itu Bank Mandiri juga selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi KUR yang diselenggarakan oleh pemerintah, antara lain oleh Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan dan BNP2TKI.

“Dalam menyalurkan KUR, kami juga menerapkan sistem siapa cepat dia dapat yang dapat memacu tim kami di lapangan untuk berlomba-lomba menyalurkan KUR. Dengan demikian daerah yang memiliki lebih banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berpotensi mendapatkan penyaluran KUR lebih banyak,” pungkasnya. (arh, @arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.