Senin, 4 Juli 22

Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan, Anies Bukan Hanya Membangun Kota Tapi Juga Membangun Rasa Bangga Warga

Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan, Anies Bukan Hanya Membangun Kota Tapi Juga Membangun Rasa Bangga Warga
* Anggota DPD RI yang juga Ketua Umum Ormas Bang Japar, Fahira Idris

Obsessionnews.com – Anggota DPD RI yang juga Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meresmikan perubahan 23 nama jalan di DKI Jakarta dengan nama-nama tokoh Betawi. Bagi Fahira, selama memimpin Jakarta, Anies mampu merealisasikan konsep pembangunan kota yang komprehensif karena tidak sekedar fisik tetapi juga membangun rasa bangga warga Jakarta akan kotanya.

Senator Jakarta ini mengungkapkan, perubahan 23 nama jalan di DKI Jakarta dengan nama-nama tokoh Betawi ini adalah salah satu dari sekian banyak program Anies dalam pembangunan dan pengembangan budaya Betawi. Selain telah meresmikan Museum Kebudayaan Betawi Taman Benyamin Sueb dan pembangunan Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan, Pemprov DKI Jakarta juga menghelat pagelaran seni budaya Betawi sepanjang tahun. Bahkan penggantian istilah HUT menjadi hajatan pada ulang tahun Jakarta ke-495 dilakukan agar istilah tersebut mencerminkan masyarakat Betawi.

“Mengganti puluhan nama jalan dengan nama tokoh-tokoh Betawi, bukan hanya bentuk terima kasih dan apresiasi atas jasa masyarakat Betawi untuk Jakarta, tetapi mengisyaratkan bahwa walau Jakarta sudah menjadi kota global, kearifan lokal tetap menjadi yang terdepan. Oleh Gubernur Anies, sosok, kiprah, perjuangan dan konsistensi para tokoh Betawi ini diabadikan dan dijadikan monumen agar sampai kapan pun menjadi memori dan inspirasi warga Jakarta. Gubernur Anies bukan hanya berhasil membangun kota tapi juga mampu membangun rasa bangga warga,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta (21/6).

Menurut Fahira, pembangunan komprehensif yang terjadi di Jakarta selama empat tahun lebih ini, telah mampu menghadirkan keseimbangan dan keadilan. Pembangunan fisik yang berorientasi kepentingan publik yang dilengkapi dengan pembangunan nonfisik yang membangkitan kebanggaan dan rasa memiliki warga terhadap kotanya membuat denyut keharmonisan terjalin di Jakarta.

“Salah satu kontribusi penting masyarakat Betawi tidak hanya bagi Jakarta tetapi juga Indonesia adalah menjadikan Jakarta kota terbuka dan setara bagi siapa saja. Masyarakat Betawi menjadi simpul perekat kemajemukan Jakarta. Tokoh-tokoh Betawi bersama para tokoh lainnya mampu menjaga harmoni kota ini, yang beberapa kali sempat diuji dengan isu-isu yang tidak berdasar,” tukas Fahira Idris.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan 23 nama tokoh Betawi menjadi nama jalan di sejumlah wilayah Ibu Kota. Peresmian dilaksanakan di Perkampungan Budaya Betawi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022) sore. Nama tokoh Betawi yang diresmikan jadi jalan mulai dari seniman hingga alim ulama. (Ali)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.