Selasa, 29 September 20

Tjahjo Kumolo: Fadli Zon Ngomong Terus, Nggak Pernah Salah

Tjahjo Kumolo: Fadli Zon Ngomong Terus, Nggak Pernah Salah
* Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bercerita banyak tentang perilaku anggota DPR sebagai tempat di mana para politisi itu bebas menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah. Ia memulai dengan menyebut dirinya juga pernah menjadi bagian dari anggota DPR. Selain bebas melontarkan kritik, anggota DPR juga mendapatkan gaji besar.

“Saya (tahun) 1986 ‘terpeleset’ jadi anggota DPR.  Ternyata anggota DPR itu jabatan dan pekerjaan paling nikmat di dunia, anggota DPR. Saya bisa mengantongi enam periode, gajinya besar, mau teriak-teriak, mau kritik,” ujar Tjahjo dalam saat memberikan arahan di Musyawarah Perencanaan  Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan 2018 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, umumnya yang hobi melontarkan kritik adalah anggota DPR dari partai oposisi yang tidak mendapatkan tempat di pemerintahan. Ia lalu menyebut nama Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang memang sudah dikenal sebagai legislator yang senang memberikan kritik kepada pemerintah. “Kerjanya mengkritik, apa yang diomongi bebas, namanya oposisi, kayak Fadli Zon,” katanya.

Ia menilai pekerjaan Fadli memang banyak melakukan kritik terhadap pemerintah. Seolah apa yang diomongkan selalu benar tidak pernah salah. Namun itu dibolehkan dalam alam demokrasi.

“Fadli Zon itu mau ngomong apa saja terserah, silakan. Nggak pernah salah,” katanya.

Politisi PDI-P itu menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik dari masyarakat maupun parpol oposisi. Namun pemerintah tak ingin ada hujatan berisi fitnah. Kritik harus dibarengi dengan data yang akurat.

“Mengkritik harus yang benar, jangan menghujat, memfitnah, jangan menghina. Siapa pun, Anda atau saya, semua jajaran masyarakat terbuka dengan mengkritik, nggak ada masalah. Fadli Zon sama Fahri (Fahri Hamzah) mengkritik setiap hari. Silakan, memang tugas dia oposisi,” tutur Tjahjo.

“Tapi jangan memfitnah, jangan menghina, jangan menghujat. Ada etika-etika ketatanagaraan yang baik. Jadi nggak ada masalah dalam kehidupan demokrasi negara kita yang tahapan konsolidasi demokrasi dalam pileg dan pilpres,” lanjutnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.