Selasa, 7 Juli 20

Tiga WNI Positif Mengidap Virus Corona di Kapal Pesiar

Tiga WNI Positif Mengidap Virus Corona di Kapal Pesiar
* Kapal pesiar Diamond Princess. (CBS News)

Sebanyak tiga orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal pesiar Diamond Princess teruji positif mengidap penyakit Covid-19 (virus corona) yang disebabkan virus Sars-CoV-2.

“Berdasarkan komunikasi terakhir termasuk pembicaraan dengan duta besar Jepang diperoleh informasi tiga dari 78 kru WNI dinyatakan confirm[mengidap Covid-19],” aku Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi kepada wartawan di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (18/23/2020).

Menurut Retno, dua dari tiga orang yang kedapatan mengidap penyakit telah dibawa ke sebuah rumah sakit di Chiba, Jepang. Orang ketiga sedang menjalani proses menuju ke rumah sakit pada Selasa (18/2) siang.

Sebuah tim dari Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo, menurut Retno, telah bertolak ke Chiba untuk memastikan ketiga WNI tersebut mendapat penanganan yang baik dari otoritas Jepang.

“Engagement dengan pihak keluarga dari tiga WNI yang sudah dinyatakan confirm tersebut sudah dilakukan,” kata Menlu RI.

“Kemarin saya melakukan komunikasi per telepon dengan WNI kita yang menjadi kru di kapal tersebut, dan kita sampaikan mengenai perhatian besar pemerintah termasuk saya menyampaikan pembicaraan-pembicaraan dengan otoritas Jepang untuk memberikan perhatian sekali lagi kepada kru kapal,” tambahnya.

Retno mengatakan pemerintah Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengevakuasi para WNI dari dalam kapal tersebut.

“Opsi evakuasi sejak awal dibuka dan kita terus-menerus akan melakukan koordinasi baik dengan otoritas di Jepang maupun dengan perusahan kapal tersebut. Ini ada unsur perusahaan yang juga harus kita lakukan koordinasi dan komunikasi dengan mereka,” jelasnya.

Menlu RI menerangkan, total orang di dalam kapal tersebut berjumlah 3.711 orang. Dari angka itu, jumlah penumpang berjumlah 2.666 orang. Adapun kru berjumlah 1.045 dari 56 negara, termasuk Indonesia. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.