Kamis, 2 April 20

Tiga saksi Jiwasraya Hadir Penuhi Panggilan Kejagung

Tiga saksi Jiwasraya Hadir Penuhi Panggilan Kejagung
* Gedung bunder JAM Pidsus. (Foto: flickr.com)

Jakarta, Obsessionnews.comTiga saksi hadir memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya (persero).

“Datang secara patuh tiga orang saksi, yakni Harry Prasetyo selaku mantan direktur keuangan PT Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro selaku komisaris PT Hanson Internasional Tbk dan Heru Hidayat selaku Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk,” ungkap Kapuspenkum Hari Setiyono di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Tiga saksi hadir memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) kasus Jiwasraya. (Foto: Dok Kejagung)

Sementara ada beberapa saksi yang tak hadir dalam memenuhi panggilan ini, yakni Kepala Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya Mohammad Rommy, Karyawati PT Asuransi Jiwasraya Agustin Widhiastuti, Pensiunan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, Swasta (Institusional Equity Sales PT Trimegah Securities Meitawati Edraningsih, Kepala Seksi Divisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Anggoro Sri Setiaji, dan Mantan Direktur Utama PT PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno Nomor : SR – 789/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/2019 tanggal 17 Desember 2019.

Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Yang diduga akibat adanya transaksi-transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung  potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun.

Potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.