Minggu, 24 Maret 19

Tidak Banyak yang Tahu, Ini Asal Usul Gambar Sunan Kalijaga

Tidak Banyak yang Tahu, Ini Asal Usul Gambar Sunan Kalijaga
* Lukisan Sunan Kalijaga. (Javanica)

Jakarta, Obsessionnews.com – Jika melihat poster Wali Sanga yang banyak beredar di masyarakat, maka akan ditemukan satu wali yang menggunakan pakaian khas Jawa. Wali itu bernama Sunan Kalijaga. Nama dan wajah Sunan Kalijaga memang sudah tidak ada asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Namun tak banyak yang tahu asal usul munculnya wajah Sang Wali.

Cerita asal usul wajah Sunan Kalijaga muncul ketika Suhadi, berusia 102 tahun dan tinggal sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Demak, bermimpi didatangi orang yang diyakini Sunan Kalijaga. Berdasarkan mimpi itu dibuatlah lukisannya.

Lukisan itu lalu ditunjukkan kepada R. Akhmad Mulyadi, sesepuh (juru kunci) makam dan masjid Sunan Kalijaga. Dia terperanjat karena lukisan itu persis dengan orang yang hampir sepuluh kali datang dalam mimpinya. Ia juga yakin lukisan itu asli wajah Sang Sunan.

“Dilakukanlah kompromi apa yang dilihat mereka dalam mimpi adalah wajah Sunan Kalijaga. Kemudian diminta kepada salah seorang mahasiswa Akademi Seni Rupa Yogyakarta untuk membuatkan lukisannya berdasarkan hasil mimpi itu,” tulis Wasif Yafhisam dalam majalah Selecta, No. 780, 30 Agustus 1978 seperti dikutip Historia, Jumat (28/12/2018).

Namun naas, setelah menyelesaikan lukisannya, pelukis bernama Joko itu tabrakan dan meninggal dunia. Lukisan asli Sunan kalijaga itu lalu dipinjam oleh Bardosono, ketua umum PSSI (1975-1977). Sedangkan Akhmad Mulyadi hanya menyimpan duplikatnya.

“Lukisan Sunan Kalijaga dipajang di sebuah ruangan dalam rumah sesepuh yang berada di desa Kadilangu,” tulis Wasif. “Ketika ingin mengambil foto tersebut, seorang pegawai Departemen Agama Kabupaten Demak, yang menemani wartawan Selecta berulang kali membisikkan agar membaca bismillah.”

Selain duplikat lukisan Sunan Kalijaga, Akhmad Mulyadi juga menyimpan beberapa peninggalan Sunan Kalijaga di antaranya dua buah tombak yang ujungnya terbuat dari emas bernama Kiyai Sirikan dan Kiyai Panatas. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.