Kamis, 16 Juli 20

The Telegraph: Militer Myanmar Bantai Muslim

The Telegraph: Militer Myanmar Bantai Muslim
* tentara Myanmar

Surat kabar Inggris, The Telegraph menulis, laporan dari sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa militer Myanmar melakukan pembantaian massal terhadap Muslimin Rohingya.

Surat kabar The Telegraph dalam situsnya, Sabtu (2/9) mengabarkan, saksi mata mengatakan, militer Myanmar telah memenggal kepala anak-anak Muslim Rohingya dan membakar hidup-hidup mereka. Kejahatan ini telah meningkatkan kekhawatiran terkait meluasnya bencana terhadap Muslimin Myanmar ini.

Koran Inggris itu menambahkan, sepekan setelah dimulainya putaran baru persekusi terhadap Muslimin Rohingya di Myanmar dan publikasi statemen provokatif pemerintah negara itu, Matthew Rycroft, Duta Besar Inggris di PBB mendesak Aung San Suu Kyi, Menteri Luar Negeri, yang pada kenyataannya adalah pemimpin de facto Myanmar, untuk menenangkan situasi.

Menurut The Telegraph, Aung San Suu Kyi, pemenang Nobel perdamaian itu, saat ini harus menghadapi kecaman internasional karena gagal mencegah pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap minoritas Muslim Rohingya serta statemennya yang dituduh telah menyebarkan sentimen kebencian terkait bertambahnya populasi Muslim Rohingya dan para pekerja bantuan di negara itu.

PBB, Sabtu (2/9) mengumumkan, sekitar 60 ribu Muslim Rohingya lari ke perbatasan Bangladesh menyusul aksi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar.

Sejak hari Jumat (25/8) lalu, gelombang penumpasan dan serangan baru militer Myanmar terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, Barat negara itu, telah menewaskan 400 orang.

Negara bagian Rakhine sejak tahun 2012 dilanda serangan luas militer Myanmar dan kelompok Budha ekstrem terhadap Muslimin Rohingya. 1,1 juta penduduk Muslim Rohingya tidak diakui kewarganegaraannya oleh pemerintah Myanmar atau stateless.

Khaled Batarfi, Al Qaeda

Al Qaeda Ajak Muslim Asia Serang Myanmar
Mereaksi meningkatnya persekusi terhadap minoritas Muslim Rohingya, kelompok teroris Al Qaeda mengancam akan menyerang Myanmar.

Kantor berita Reuters (3/9) melaporkan, salah seorang pemimpin kelompok teroris Al Qaeda di Yaman, mengancam akan menyerang Myanmar untuk membantu minoritas Muslim Rohingya.

Dalam pesan video yang dirilis media milik Al Qaeda, Al Malahem, Khaled Batarfi mengajak seluruh Muslimin dari Bangladesh, India, Indonesia dan Malaysia untuk membantu saudara-saudara Muslim Rohingya dengan memerangi “musuh Allah”.

Batarfi yang dibebaskan dari penjara Yaman ketika Al Qaeda Semenanjung Arab, AQAP merebut kota pelabuhan Mukalla, meminta sayap Al Qaeda di anak benua India, AQIS untuk melancarkan serangan ke Myanmar.

Pemimpin senior Al Qaeda itu menambahkan, kita harus melakukan jihad terhadap pemerintah Myanmar dan menyelamakan saudara-saudara Muslim kita di negara ini.

Menurut laporan Komisioner PBB untuk Pengungsi, UNHCR hingga kini sekitar 58.600 Muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Kelompok teroris Al Qaeda sampai sekarang tercatat melakukan banyak aksi kejahatan yang menumpahkan darah Muslimin sendiri. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.