Minggu, 8 Desember 19

Terpilih Sebagai Kapolri, Ini Profil Komjen Pol Idham Azis

Terpilih Sebagai Kapolri, Ini Profil Komjen Pol Idham Azis
* Komjen Pol Idham Azis. (Foto: Monitor.co.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan nama Komjen Pol Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR RI menggantikan Tito Karnavian. Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatunan di Komisi III DPR pada Rabu (30/10/2019) nama Idham langsung disetujui secara aklamasi.

“Semua fraksi berkesimpulan bahwa tidak perlu membuat pandangan fraksi nmun keputusan melalui kapoksi, yaitu aklamasi. Aklamasi untuk menyetujui Komjen Idham Azis sebagai Kapolri,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Hery di ruang Komisi III, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Keputusan persetujuan Komjen Idham Azis sebagai Kapolri akan disampiakan ke pimpinan DPR. Rencananya paripurna hasil uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri digelar besok.

“Sore ini kami langsung bersurat kepada pimpinan DPR untuk dibawa ke paripurna besok,” kata Herman.

Komjen Idham dalam paparan punya tujuh program prioritas yang akan dieksekusi jika diberi tugas sebagai Kapolri. Tujuh program prioritas itu meliputi pengembangan SDM hingga penataan kelembagaan.

Usai fit and proper test, Komjen Idham langsung meneken pakta integritas. Komjen Idham juga mengutip kata bijak dari BJ Habibie.

“Kepada Tuhan saya tidak akan bertanya mengapa, kenapa dan bagaimana. Namun jika hamba diperkenankan mengajukan satu permohonan, maka berilah hamba petunjuk serta kekuatan untuk mengambil jalan yang benar sesuai dengan kehendak-Mu,” kata Komjen Idham disambut riuh tepuk tangan di ruang Komisi III DPR.

Berikut Profil Singkat Komjen Idham

Idham merupakan salah satu perwira tinggi (Pati) Polri yang punya segudang prestasi, berbagai jabatan di Korps Bhayangkara pun pernah ditempati hingga ke kursi Kepala Bareskrim Polri.

Selain karirnya cemerlang, Idham juga sering dilibatkan dalam tim satuan tugas untuk mengungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik karena punya latar belakang sebagai reserse dan anti teror.

Pada Desember 2001, Idham jadi anggota Tim Kobra untuk menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto di bawah pimpinan Tito Karnavian. Saat itu, Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.

Selain itu, Idham juga ikut menumpaskan otak bom Bali Dr Azhari di Batu, Malamg pada 2005. Saat itu, Idham menjabat Kepala Unit Riksa Subden Investigasi Densus Polri.

Lagi-lagi, Idham kerja bareng Tito dan tim lain di antaranya Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel dan lainnya. Mereka mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu Jenderal Sutanto.

Usai berhasil melumpuhkan otak bom Bali Dr Azhari pada 9 November 2005, Idham kembali mendampingi Tito terbang ke Poso, Sulawesi Tengah untuk menuntaskan kasus mutilasi tiga gadis Kristen.

Selanjutnya, Idham juga ikut menumpaskan dua teroris kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Saat itu, Idham menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.

Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Idham berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada 9 Januari 2010.

Saat jadi Kapolda Metro Jaya, Idham mengungkap _kasus penyeludupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan satu ton sabu-sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten.

Selain itu, Idham juga berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjadi kondusif dan aman saat Jakarta sebagai tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.

Kemudian, Idham terlibat juga dalam operasi camar maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada awal tahun 2015. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.