Sabtu, 31 Oktober 20

Terpidana Narkoba di Singapura Dihukum Mati via Zoom

Terpidana Narkoba di Singapura Dihukum Mati via Zoom
* ilustrasi - hukuman mati

Dalam masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini, untuk pertama kalinya di Singapura, terpidana narkoba dijatuhi hukuman mati via Zoom.

Seorang laki-laki dijatuhi hukuman mati melalui panggilan video Zoom di Singapura, saat negara itu menjalani karantina wilayah menyusul lonjakan kasus Covid-19.

Punithan Genasan, 37, menerima hukuman pada hari Jumat atas andilnya dalam transaksi narkoba yang terjadi pada tahun 2011. Ini pertama kalinya di Singapura putusan seberat hukuman mati dijatuhkan dari jarak jauh.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan menjatuhkan hukuman mati pada saat dunia sedang dilanda pandemi adalah tindakan “mengerikan”.

Sebagian besar persidangan di Singapura ditunda hingga setidaknya 1 Juni, ketika periode lockdown saat ini akan berakhir. Kasus-kasus yang dianggap esensial ditangani dari jarak jauh.

“Untuk keselamatan semua pihak yang terlibat dalam persidangan, persidangan untuk kasus Jaksa Penuntut Umum v Punithan A / L Genasan dilakukan melalui konferensi video,” kata juru bicara Mahkamah Agung Singapura kepada Reuters.

Pengacara Genasan, Peter Fernando, mengatakan kliennya sedang mempertimbangkan untuk melakukan banding.

Singapura memiliki kebijakan toleransi nol untuk obat-obatan terlarang. Pada 2013, 18 orang dieksekusi —angka tertinggi dalam setidaknya dua dekade, menurut Amnesty International. Dari 18 orang tersebut, 11 didakwa dengan pelanggaran terkait narkoba. (*/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.