Sabtu, 26 September 20

Ternyata, Ledakan Beirut Hancurkan Separuh Kota

Ternyata, Ledakan Beirut Hancurkan Separuh Kota
* Kondisi pasca ledakan Beirut. (Foto: BBC)

Skala kerusakan akibat ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, pada Selasa 4/8) malam, ternyata sangat besar hingga menghancurkan separuh kota, seperti dilaporkan BBC News.

Jumlah korban tewas hingga Sabtu (8/8) menjadi 154 orang dan sekitar 120 orang disebut berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Badan-badan bantuan PBB memperingatkan bahwa Lebanon menghadapi krisis kemanusiaan setelah ledakan besar pada Selasa yang menghancurkan pelabuhan di Beirut, dan merusak daerah lain di kota itu.

Pada Minggu (9/8), para pemimpin internasional akan menggelar pertemuan melalui konferensi video untuk membahas bantuan kemanusiaan untuk Lebanon setelah ledakan yang mematikan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengkonfirmasi akan bergabung. Konferensi negara donor ini akan mencakup para pemimpin Lebanon, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan lembaga-lembaga Eropa.

Ada risiko kekurangan pangan yang parah karena negara tersebut mengimpor sekitar 85 persen makanannya – dengan pelabuhan menjadi titik akses utama.

Situasi setelah ledakan
Wartawan BBC untuk Timur Tengah, Tom Bateman, yang berada di Beirut menggambarkan dampak dari ledakan itu. Kaca dan puing-puing dari apartemen yang rusak menggunung dan berserakan hingga ke jalan-jalan.

Pemandangan ini ditemui dari satu blok ke blok lain.

Wartawan BBC berjumpa dengan Nabil el-Alam di distrik Gemmayzeh, tak jauh dari lokasi ledakan.

Ia berdiri di depan rumah sakit yang kini rusak parah.

Ia adalah wakil direktur Rumah Sakit The Rosary Sisters, yang didirikan empat tahun lalu. Rumah sakit ini penuh dengan pasien dan karyawan ketika ledakan terjadi.

Seorang karyawan meninggal, banyak lainnya luka-luka.

“Begitu mendengar ledakan, saya langsung ke sini dan saya menyaksikan rumah sakit yang hancur,” kata el-Alam.

Sambil berlinang air mata ia mengatakan, “Semua pasien di sini sangat terpukul. Mereka mengalami luka-luka. Kami membantu mereka dengan memindahkan ke rumah sakit lain.”

“Kami kehilangan rumah sakit … kami kehilangan harapan,” katanya. (BBC News)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.