Minggu, 25 Agustus 19

Terlalu Dini Simpulkan Pemilu Gagal, Maupun Curang

Terlalu Dini Simpulkan Pemilu Gagal, Maupun Curang
* Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (Foto: Jawapos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan terlalu diri menilai Pemilu Serentak 2019 mengalami kegagalan atau curang. Disebab dikatakan tahapan pelaksanaan Pemilu hingga kini masih berlangsung.

“Menyimpulkan bahwa Pemilu 2019 gagal, Pemilu 2019 curang, menurut saya terlalu dini,” kata Arief dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2019).

Justru Arief menegaskan bahwa Pemilu kali ini sangat berjalan transparan. Hal itu dilihat dari proses rekapitulasi yang dilakukan dengan menampilkan hasilnya melalui situs resmi KPU.  Dimana publik bisa melihat secara langsung bagimana pergerakan data masuk.

“Yang jelas saya sampaikan, bahwa Pemilu 2019 adalah Pemilu yang sangat transparan. Itulah yang kemudian memunculkan partisipasi banyak pihak di banyak tempat,” ujar Arief.

Arief mengatakan gagal ataupun curang tidaknya Pemilu dapat dilihat setelah pelaksanannya benar-benar selesai. Setelah itu akan dilakukan evaluasi secara bersama.

“Jadi silakan menyimpulkan apakah ini gagal atau apakah ini curang, nanti setelah seluruh proses selesai mari kita evaluasi sama-sama,” tuturnya.

Perhitungan suara hasil Pemilu 2019 masih berjalan hingga saat ini. Meski sejumlah lembaga survei sudah mengeluarkan hasil quick count Pilpres 2019, hasil resminya masih menunggu real count dari KPU.

Capres 02, Prabowo Subianto mengatakan, ada sejumlah peristiwa yang menganggu jalannya Pemilu 2019. Prabowo mengatakan, ada banyak surat suara tidak sampai, TPS baru buka siang hari, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menuding, banyak surat suara yang sudah tercoblos.

“Banyak surat suara yang tidak sampai, TPS baru buka jam 11, pendukung kita tidak dapat undangan dan sebagainya,” kata Prabowo di halaman rumah di Kertanegara IV, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Kemudian, Prabowo juga sempat menyatakan ketidakpercayaannya pada hasil quick count Pilpres 2019 sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Akhirnya, Prabowo mengklaim, dia dan Sandiaga Uno unggul berdasarkan hasil exit poll dan quick count yang dilakukan internal.

Dia pun memohon semua relawan kawal kemengannya di semua TPS dan kecamatan.

“Walaupun demikian, hasil exit poll kita di 5.000 TPS, kita menang. Dan berdasarkan hasil quick count 52,2 persen. Semua relawan mengawal kemenangan kita di semua TPS dan kecamatan,” ujar Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini senada dengan pernyatan Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said. Dia mengatakan, pihaknya curiga hasil Pilpres 2019 sebagai hasil proses yang tidak adil.

Bahkan, Sudirman Said mengaku ada berbagai temuan kasus dugaan kecurangan dan pelanggaran yang terjadi selama pemilu.

“Jadi suasana sekarang itu sebetulnya angka apa pun wajib dicurigai sebagai hasil dari ketidak-fair-an,” ujar Sudirman saat ditemui di Media Center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

Namun pendapat berbeda disampaikan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang turut berkomentar dan meyakini Pemilu 2019 berjalan adil dan jujur.

“Saya meyakini bahwa Pemilu ini jujur dan adil,” kata Sandiaga Uno saat mengunjungi Gor Radio Dalam, tempat penghitungan suara Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019). (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.