Minggu, 1 November 20

Terbitkan Obligasi, Strategi Bank Mandiri Perkuat Ekspansi Bisnis

Terbitkan Obligasi, Strategi Bank Mandiri Perkuat Ekspansi Bisnis
* Ilustrasi pelayanan Bank Mandiri. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta, Obsessionnews.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana menerbitkan obligasi rupiah yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Tahap I 2020 dengan target indikatif Rp 1 triliun. Penerbitan obligasi ini merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat struktur funding perseroan dalam mendukung rencana ekspansi bisnis ke depan.

“Sejalan dengan keinginan Bank Mandiri untuk terus mendukung berbagai program nasional pemerintah, kami senantiasa memperkuat struktur funding (pendanaan), terutama di tengah tantangan pandemi corona dan ketidakpastian global,” kata Direktur Treasury, International Banking & Special Asset Management Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2020).

Adapun rencana total size PUB II Bank Mandiri secara keseluruhan yang dimiliki Bank Mandiri adalah sebesar Rp 20 triliun. Darmawan menjelaskan, PUB II Tahap I ini akan diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A yang berjangka waktu 5 tahun, dan Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan kisaran kupon masing-masing sebesar 7,50 – 8,60 persen dan 8,30 – 9,40 persen.

“Untuk besaran kupon akan ditentukan berdasarkan penawaran yang masuk dari calon investor. Tentu kami juga akan menggunakan tingkat pengembalian investasi pada Surat Berharga Negara serta suku bunga acuan Bank Indonesia dalam menentukannya,” tutur Darmawan.

Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Darmawan menambah, Bank Mandiri telah memperoleh pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yaitu AAA dengan outlook stabil. Lebih lanjut, perseroan telah menunjuk lima perusahaan penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, BCA Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Rencananya, penawaran awal PUB II tahap I ini akan dilaksanakan pada periode 6- 20 April 2020 dan penawaran umum diperkirakan pada 5 – 6 Mei 2020. Obligasi ini diharapkan akan tercatat pada di Bursa Efek Indonesia dan diperdagangkan di pasar sekunder pada 13 Mei 2020. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.