Rabu, 16 Oktober 19

Tentang Banjir Jakarta Kalian Mau Dungu, Terserah Saja

Tentang Banjir Jakarta Kalian Mau Dungu, Terserah Saja
* Teuku Gandawan.

Wajarlah idola kalian penuh prestasi. Banjir dibilang genangan. Entah kebodohan dari mana ukuran banjir yang bicara luasan dan tinggi permukaan air, kalian ubah seenaknya menjadi kecepatan surut air. Kalau kata banjir tidak dipakai, kalian memang cuma punya genangan. Anak TK juga tau kalau cuma sedungu itu.

Lalu kemampuan monitornya faktanya juga berkurang. Tadinya bisa monitor begitu banyak lokasi genangan, lalu karena ketidakberesan akhirnya cuma tahu hanya ada sedikit genangan. Lalu ini kalian terjemahkan sebagai berkurangnya genangan dan sebagai prestasi. Ya suka hati kalianlah.

Kalau kini, semua diakui sebagai banjir dan diungkap seluruh faktanya. Bahwa faktanya ada begitu banyak titik banjir yang perlu dibenahi dan itulah ketidakberesan selama ini yang idola kalian dan media tutup-tutupi.

Kalian kini menertawakannya sebagai kegagalan kinerja tentang banjir, ya silahkan saja. Tertawa kalian tidak mengubah fakta bahwa Jakarta memang masih sangat banyak titik banjir karena selama ini tidak beres kerjanya dan tidak beres informasinya.

Dungu masa lalu diungkap, kalian tuduh sebagai ketidakberesan masa kini. Silahkan saja tertawa, tapi sadarilah itu tak lebih dari menertawakan dungu kalian sendiri. (Teuku Gandawan, Alumni ITB)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.