Minggu, 23 Februari 20

Tangani Pelanggaran Pemilu, Ini yang Diinginkan Bawaslu

Tangani Pelanggaran Pemilu, Ini yang Diinginkan Bawaslu
* Konferensi Nasional Pengawasan dan Penegakan Keadilan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). (Foto: Dok Bawaslu)

Jakarta, Obsessionnews.comBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar Konferensi Nasional Pengawasan dan Penegakan Keadilan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). Sebanyak 700 perwakilan anggota Bawaslu Provinsi di seluruh Indonesia mengikuti jalannya konferensi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bawaslu menyampaikan keinginannya. Bawaslu menginginkan DPR RI merevisi dan mengodifikasi Undang-Undang Pilkada dan UU Pemilu untuk mengakomodasi tambahan kewenangan kepada Bawaslu.

“Kewenangan penyidikan dan penuntutan ada di Bawaslu sehingga Bawaslu punya penyidik dan penuntut seperti layaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Abhan di Hotel Sahid Jakarta.

Nantinya, lanjut Abhan, Bawaslu bisa menerbitkan sprindik dalam mengatasi pelanggaran pemilu. Dengan begitu, proses pemberian sanksi administratif pelanggaran pemilu bisa lebih cepat dilakukan, misalnya dengan diskualifikasi pasangan calon yang terbukti melanggar ketentuan pemilu.

Seperti halnya KPK, pemenuhan sumber daya manusia bisa meminta dari tenaga kepolisian yang diperbantukan. Sebab Bawaslu meyakini penegakan sanksi administratif dapat lebih efektif mengurangi pelanggaran di pemilu dan pilkada.

“Administratif dengan diskualifikasi itu saya kira paling efektif untuk menangani politik uang,” tegas Abhan.

Sementara ini diskualifikasi bisa dilakukan dengan syarat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). “Ini perlu dikaji ulang dengan mempertegas perumusannya,” tambahnya.

Walau Bawaslu sudah memiliki Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), Abhan menilai kinerja Gakumdu kurang efektif karena terbentur prosedural dalam melakukan penyidikan dan penuntutan yang melibatkan tiga instansi sekaligus, yaitu Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.