Sabtu, 19 Oktober 19

Tamu Hotel Adukan Nasib Laptopnya ke Polsek Pancoran

Tamu Hotel Adukan Nasib Laptopnya ke Polsek Pancoran
* Ilustrasi pencurian di hotel. (Foto: sindonews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Deytri Aritonang dan dua rekannya yang merupakan tamu hotel di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan sambangi Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Kedatangan mereka ke Polsek Pancoran untuk melaporkan dugaan pencurian yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal.

“Kami mau melaporkan dugaan pencurian tiga buah laptop milik saya dan teman-teman saya di ruang rapat di sebuah hotel bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2019,” ujar Deytri di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Kejadian itu berawal saat dia bersama teman-temannya sedang menggelar rapat di hotel tersebut. Pada 9 Juli 2019 sekira pukul 12.20 WIB peserta rapat meninggalkan ruang rapat untuk aktivitas ishoma.

“Sekira 12.50, teman saya masuk kembali ke ruang rapat dan mendapati laptopnya sudah tidak ada. Begitu pula laptop milik saya dan milik seorang teman saya yang lain,” tutur Deytri.

Tak hanya laptop, tas milik temannya juga ikut raib digondol pencuri tersebut. “Teman saya juga kehilangan tasnya,” tegas wanita yang akrab di sapa Dey itu.

Tentu saja, melihat kejadian seperti itu, Dey mengadukan permasalahan ini kepada pihak hotel. Namun pengaduan tersebut tak ditanggapi dengan cepat oleh pihak hotel.

“Sekira pukul 13.40 kami baru mendapat akses rekaman CCTV dari ponsel petugas keamanan hotel,” ucapnya.

Dari video tersebut, diketahui seorang tidak dikenal keluar dari ruang rapat membawa tas mirip milik temannya yang diduga terdapat tiga laptop milik dia dan temannya.

“13.45 kami baru bisa ke ruang kendali CCTV. Di sana kami diperlihatkan rekaman bahwa pada 12.44 ada orang keluar ruang rapat dan pada 12.47 orang tersebut terekam di jalan depan hotel membawa dua tas, satu tas di antaranya mirip milik teman saya,” cerita Dey.

Dey melanjutkan, lebih dari pukul 14.20 General Manager hotel Astrid dan Marketing hotel Evi baru menemui dia dan mengatakan pihak hotel hanya dapat membantu melaporkan kejadian ke kepolisian.

Sekira pukul 15.40, dia berdiskusi lagi dengan pihak hotel dan mereka menyatakan mau bertanggung jawab mengganti laptop yang diduga dicuri tersebut.

Dey mengatakan, menurut pengakuan dari Astrid dan Evi penggantian akan ditanggung secara pribadi oleh karyawan karena menurut mereka pihak direksi dan pemilik hotel tidak mau bertanggung jawab.

Dey mengaku, jalan ini ditempuh dengan maksud penyelesaian secara kekeluargaan sehingga tidak perlu menempuh jalur hukum.

“Juga dengan harapan laptop yang diduga dicuri dapat kembali mengingat pentingnya data di dalam tiga laptop tersebut,” tambahnya.

Namun pihak hotel sampai sekarang tak memberi kabar soal penggantian laptop tersebut.

Dey menambahkan, pada Rabu 10 Juli 2019 Evi mengaku kepadanya telah mencari laptop dengan jenis dan spesifikasi yang sama dengan milik Dey yang diduga dicuri. Hingga 11 Juli 2019 pihak hotel tidak mengabari lagi terkait penggantian laptop tersebut.

“Hingga saat teman saya menanyakan perkembangan penggantian, Evi menjawab bahwa dia tidak boleh lagi bicara, karena manajemen hotel sudah menyerahkan penyelesaian masalah ke pengacaranya. Padahal sebelumnya mereka mengatakan direksi dan pemilik tidak mau bertanggung jawab,” ketus Dey.

Dari kejadian itu, dia mengaku total kerugian yang diambil pencuri itu sebesar 62 juta. Menimbang hal tersebut, akhirnya Dey dan teman-temannya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Pancoran. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.