Senin, 29 November 21

Tak Lolos Tes TWK, Novel Sebut Ini Cara Oknum Pimpinan KPK Singkirkan Pegawai yang Berintegritas

Tak Lolos Tes TWK, Novel Sebut Ini Cara Oknum Pimpinan KPK Singkirkan Pegawai yang Berintegritas
* Acara konferensi pers terkait pengaduan pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di Kantor Komnas HAM, Jl Latuharhary No.4b, RT.1/RW.4, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021). (Foto: tangkap layar)

Jakarta, obsessionnews.comPenyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan sejumlah pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jl. Latuharhary No.4b, RT.1/RW.4, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021).

Kedatangan mereka untuk melaporkan oknum pimpinan KPK yang dinilai bertindak sewenang-wenang dan melakukan pelanggaran HAM. Hal -hal yang dilaporkan kepada Komnas HAM, di antaranya berkaitan dengan privasi, seksualitas dan masalah beragama. Kata Novel, hal tersebut tak pantas dilakukan dan hal ini sangat berbahaya.

“Ada beberapa hal yang saya garis bawahi pertama, berhubungan dengan hal-hal yang menyerang kepada privasi, hal-hal yang bersifat seksual dan masalah beragama dan itu sangat tidak pantas dilakukan dan berbahaya,” ujar Novel.

Kemudian yang berkaitan dengan tes TWK. Dia menilai, hal tersebut merupakan cara untuk menyingkirkan pegawai KPK yang bekerja dengan baik dan berintegritas.

“TWK yang dilakukan sedemikan rupa dan saya yakin itu merupakan suatu cara untuk menyingkirkan pengawai KPK yang bekerja dengan baik dan berintegritas,” ucap Novel.

Menurutnya hal ini bukan pertama kali dilakukan, sudah berkali-kali dilakukan. “Dan ini rasanya paling banyak dan serius oleh karena itu ini menjadi hal penting,” tutur Novel.

Tak hanya itu, lanjut Novel, hal tersebut bukan hanya terkait dampak yang terjadi pada 75 pegawai yang diperlakukan semena-mena.

“Tapi juga terkait dengan kami yang telah bekerja dan kemudian dengan diadakannya SK pimpinan kpk maka akan terlunta-lunta pekerjaan dan mermbuat kami tidak bisa melakukan tugas. Juga terkait dengan hal yang menjadi masyarakat terkait dengan upaya pemberantasan korupsi ini pasti akan terganggu,” kata Novel.

Menurut dia, jika cara-cara tersebut tidak dilaporkan dikhawatirkan akan terjadi di lembaga lain di Indonesia.

“Yang tidak kalah penting adalah pola-pola demikian kalau tidak dilihat sebagai hal serius, tidak dilaporkan, dan pendapat pengustan sebagaimana mestinya maka pola seperti ini bisa terjadi di lembaga lain di Indonesia dan ini berbahaya,” tutur Novel.

Karena itu, lanjutnya, pelaporan yang dilakukannya bersama sejumlah pegawai KPK, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Melainkan, kepentingan upaya pemberantasan korupsi.

“Makanya pelaporan kami tidak semata-mata kepetingan kami pribadi tapi ini juga hal yang lebih besar, kepentingan upaya pemberantasan korupsi,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.