Senin, 27 Mei 19

Taiwan Ajak Pengusaha Indonesia Hadiri 2019 Food Taipei

Taiwan Ajak Pengusaha Indonesia Hadiri 2019 Food Taipei
* Pres Confrence acara '2019 Food Taipei Show' di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019). (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dibawah pengawasan Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) Taiwan, akan menggelar acara ‘2019 Food Taipei Show’ pada tanggal 19-22 Juni 2019 mendatang di Nangang Exhibition Hall 1, Nangang Exhibition Hall 2, dan World Trade Center 1, Taipei.

Acara ini merupakan 5-in-1 Exhibition, yang terdiri dari Pameran Makanan Internasional Taipei (Food Taipei), Pameran Peralatan Pengolahan Makanan Internasional dan Pameran Bioteknologi Mesin Farmasi (Foodtech & Pharmatech Taipei), Pameran Industri Kemasan Internasional Taipei (Taipei Pack), Pameran Peralatan Hotel & Katering Internasional Taiwan (Taiwan Horeca), dan Pameran Produk Halal Internasional Taiwan (Halal Taiwan).

Direktur Taiwan Trade Center Jakarta, Danny Liao mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama antara importir makanan dari luar negeri, mesin pengolahan, pengemasan makanan, makanan Taiwan, serta peralatan perhotelan dan industri halal.

Selain itu juga memperkenalkan situasi secara keseluruhan, keuntungan, tren masa depan, dan peluang kerja sama industri makanan dan terkait makanan Taiwan ke bisnis lokal.

“Kami mengundang importir lokal yang memiliki minat kuat pada rantai industri makanan Taiwan, guna mengunjungi Food Taipei Show pada bulan Juni 2019, yang diyakini akan memicu peningkatan pembelian,” kata Danny dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

Terkait dengan mesin pengolah makanan, Danny menuturkan bahwa Taiwan sangat mendukung revolusi industri 4.0 yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Indonesia saat ini.

Menurutnya, kekuatan Indonesia adalah memiliki raw material yang sangat banyak. Tapi Indonesia masih kekurangan teknologi dan mesin. Karena itu dari Taiwan mengharapkan ada suatu kerjasama timbal balik.

Taiwan membantu Indonesia menyediakan mesin-mesin yang dibutuhkan Indonesia, untuk memproduksi raw material ini menjadi makanan yang siap dikonsumsi. Teknologinya seperti mesin tahu dan susu kedelai, membuat tekstur dan kualitas jadi lebih baik.

“Mesin Taiwan akan membantu meningkatkan kualitas makanan,” ugkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengaku tertarik untuk menghadiri acara ‘2019 Food Taipei’ tersebut, karena menurutnya banyak inovasi-inovasi Taiwan yang cukup bagus.

“Baik dari produk makanan jadi, hingga mesin-mesin pengolah makanan. Kita akan kesana, karena kita perlu lihat secara langsung,” kata Adhi.

Ada inovasi produk baru, kemudian produksi mesinnya, prosesing, pengolahannya, itu cukup canggih mesinnya. “Tadi (presentasi) kita lihat ada mesin otomatis pembuat siomay, kalau kita disini kan masih gulungin satu-satu. Selain itu ingredients Taiwan cukup maju, mulai dari flavour, pewarna, lalu bahan yang lain itu Taiwan cukup banyak,” tutur dia.

Sementara itu Ketua Komite Tetap Industri Pengolahan Makanan dan Protein Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Thomas Darmawan menambahkan bahwa yang menjadikan Taiwan cukup baik dalam industri makanan dan minumannya, yakni karena adanya aturan yang ketat dari pemerintahnya.

Misalnya jika mau ekspor, harus dengan standar tertentu. Seperti harus memperhatikan harganya dibandingkan dengan negara lain, harus efisien di dalam cost produksi, harus bebas dari segala macam residu (pestisida).

“Hingga organic farming, ini adalah model baru dalam industri, dan Taiwan termasuk negara yang ketat memperhatikan hal-hal tersebut,” tukasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.