Senin, 15 Agustus 22

Tablet Turunkan Angka Kematian Covid-19 Pasien Komorbid Diabetes

Tablet Turunkan Angka Kematian Covid-19 Pasien Komorbid Diabetes
* Zaidan Triandi dan tim riset Unsoed. (Ist)

Mahasiswa Fakultas Biologi universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengikuti ajang internasional yang bernama “Global Competition for Life Sciences (GloCoLis) 2022” yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Mereka terdiri dari Zaidan Triandi Rachman sebagai Ketua Tim dan anggota yaitu Cris Gaby Sepanya, Yasinta Nahdatulia, Yunita Ayu Larasati, dan Kezia Athalla Viratri Ramadhanti di bawah bimbingan Dr Nuniek Ina Ratnaningtyas MS.

Event tersebut berkolaborasi dengan Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L), Food Science and Technology Department Institut Pertanian Bogor (IPB), dan BUCA IMSEF TURKEY.

Demikian penjelasan dari Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir Alief Einstein MHum usai bincang-bincang dengan Ketua Tim Mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed Zaidan Triandi Rachman.

Zidan Triandi memaparkan, Event GloCoLis digelar pada 9 – 12 April 2022 secara Hybrid atau Daring dan Luring. Tim Zaidan mengikuti event secara luring yang berlokasi di BG Junction Surabaya, Jawa Timur.

Event tersebut diikuti oleh 167 tim dari 11 negara. Tim Zaidan berhasil meraih Silver Medal dan Special Award dari Malaysia Innovation Invention and Creativity Association (MIICA).

Produk inovasi yang dipamerkan berjudul “Effercops : Antidiabetic Effervescent _Coprinus comatus_ in Reducing The Risk of Covid-19 Comorbidity”.

Effercops merupakan tablet effervescent praktis yang diperuntukkan bagi penderita diabetes, dimana diabetes merupakan salah satu komorbid Covid-19.

Bahan utama produk ini yaitu jamur Coprinus comatus atau dikenal dengan nama lokal jamur paha ayam yang termasuk dalam jamur pangan dan obat. Jamur ini memiliki aktivitas antioksidan dan hipoglikemik sehingga berpotensi sebagai alternatif pengobatan diabetes.

Tablet effervescent ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko keparahan gejala Covid-19 khususnya pada penderita diabetes di Indonesia.

Menurut Zaidan bersama Tim, riset ini diangkat dari tingginya kasus Covid-19 dan didasarkan pada laporan Kemenkes yang menyatakan risiko kematian tertinggi salah satunya pada pasien yang memiliki komorbid yaitu sebanyak 45%.

Komorbid paling umum yang ditemukan pada pasien meninggal adalah diabetes melitus. Komorbid ini memperparah gejala Covid-19 hingga dapat menyebabkan kematian.

Harapannya, produk ini dapat diuji lebih lanjut dan dikembangkan lagi sehingga kebermanfaatannya bisa diperluas, baik untuk masyarakat dan riset di Indonesia. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.