Jumat, 5 Juni 20

Syarief Hasan Minta Pelatihan Online Kartu Prakerja Dibatalkan

Syarief Hasan Minta Pelatihan Online Kartu Prakerja Dibatalkan
* Wakil Ketua MPR dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan. (Foto: Indopolitika.com)

Jakarta, Obsessionnews.com — Wakil Ketua MPR dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan ikut menyoroti program Kartu Prakerja pemerintah yang menghabiskan anggaran Rp 5.6 triliuan. Syarief Hasan minta pelatihan online sebagai bagian dari Kartu Prakerja sebaiknyan dibatalkan.

Ditegaskan Syarief, pelatihan online ini tidak efektif dan efisien, tidak transparan, dan tidak akuntabel. Bahkan sangat berpotensi terjadinya perampokan uang negara.

“Fokus utama masyarakat hari ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi. Dengan adanya himbauan Work From Home dan bahkan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia, menjadikan mereka kesulitan memenuhi kebutuhannya,” ungkap Syarief Hasan dalam keterangannya, Rabu (13/5/2020).

Menurut Syatief, hal yang mestinya dilakukan pemerintah adalah memastikan kebutuhan ekonomi terpenuhi. Yakni lewat Kartu Prakerja. Namun program ini jangan menyulitkan masyarakat dengan tambahan kewajiban pelatihan online. Apalagi pelatihan online yang dilakukan pemerintah lewat Kartu Prakerja tersebut berbayar.

Padahal, Syarief menilai, muatan materi-materinya yang disampaikan dalam pelatihan online dapat diakses secara gratis di internet, baik via youtube maupun platform online lainnya.

“Sekali lagi secara Gratis alias cuma-cuma. Sehingga sangat jelas bahwa pelatihan online ini tidak efektif dan efisien, baik dari segi waktu maupun substansi materi, ditambah pemborosan dari sisi anggaran,” kata Syarief.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Wakil Ketua MPR ini memberikan dukungan penuh kepada Fraksi-Fraksi di DPR yang juga menyuarakan kepada pemerintah agar program pelatihan online sepenuhnya dialihkan menjadi bantuan sosial, terutama bagi pekerja yang di-PHK dan masyarakat kurang mampu lainnya.

“Agar kekhawatiran masyarakat bahwa rakyat tidak mati karena Corona tapi mati karena kelaparan, tidak menjadi kenyataan,” pungkas Syarief. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.