Rabu, 26 Januari 22

Breaking News
  • No items

Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 Jaring Desainer Muda yang Kreatif

Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 Jaring Desainer Muda yang Kreatif
* Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) menggelar Sustainable Muslim Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021. (Foto: dok. panitia)

Jakarta, obsessionnews.com – Indonesia menargetkan menjadi kiblat fesyen muslim dan sekaligus pusat industri halal dunia. Dalam upaya mewujudkan target tersebut Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) menggelar Sustainable Muslim Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021. Tak hanya menghadirkan rangkaian acara pameran, fashion show, dan talk show, namun juga menyelenggarakan kompetisi.

 

 

Untuk menjaring talenta muda sebagai generasi penerus dalam industri fesyen muslim Indonesia, Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 mengadakan Modest Young Designer Competition (MYDC). Dilengkapi dengan kompetisi yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang memiliki komitmen serta semangat untuk berkontribusi nyata dalam memajukan usaha syariah hingga menembus dan bersaing di pasar global melalui Muslim Fashionpreneur Competition (MFpC).

 

 

MYDC 2021 bertujuan serta memiliki kemampuan sebagai entrepreneur untuk mewarnai sektor fesyen muslim nasional dan meningkatkan kompetensi busana muslim Indonesia agar memiliki daya saing tinggi di pasar nasional dan global.

Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta lomba MYDC 2021 mengirimkan sketsa desain ready to wear muslim yang menerapkan konsep sustainable fashion dengan mengeksplorasi kekayaan konten lokal dan mengaplikasi tren warna, motif, serta material tekstil. Kriteria penilaian kompetisi ini berdasarkan kreativitas, orisinalitas, daya pakai, kerapian, ketepatan pemilihan bahan, daya jual, dan kesiapan dari segi bisnis.

 

 

Dewan juri MYDC 2021 terdiri dari Taruna K. Kusmayadi (Ketua Dewan Juri dan Advisory Board Indonesian Fashion Chamber/IFC), Diana Yumanita (Deputi Direktur Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah Bank Indonesia), Shan Shan Huang (Executive Director Garment Sritex Group), Ali Charisma (Fashion Designer/Entrepreneur), dan Sofie (Fashion Designer/Entrepreneur).

 

 

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Kamis (4/11/2021), lebih dari 500 pendaftar kemudian terseleksi menjadi 13 finalis yang berhasil lolos ke babak grand final dengan total hadiah hingga Rp 90 juta.

 

 

“Untuk menjuarai kompetisi ini seluruh peserta harus bersaing ketat. Diharapkan lomba ini dapat mencetak desainer baru, generasi baru, untuk mewarnai dan mengembangkan potensi industri fesyen muslim Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Taruna.

13 finalis MYDC 2021 terpilih yaitu Leli Al Idrus, Nur Faridatus, Galuh Agnes, Andika Kurniawan, Zukhaila Noor Failasufa, Rohanita, Maame K. Bankah, Bagaskara Panuluh, Andrean Nur, Lutfiaz Tri Annisa, Taufik Hidayat, Yulia Rostiani, dan Fista Wulan yang berkesempatan menampilkan karyanya di panggung Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021. Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri ditetapkan Taufik Hidayat sebagai juara pertama, Fista Wulan Fachrunisa juara kedua) dan Lutfiaz Tri Annisa j(uara ketiga), serta Maame K. Bankah (juara favorit).

Tak hanya melalui kompetisi, perhelatan ini mengusung tema “New Normal is Sustainable Fashion” untuk menggaungkan konsep sustainable fashion sebagai gaya hidup baru di era new normal. Prinsip sustainable fashion sejalan dengan prinsip thayyiban (kebaikan) yang merupakan bagian dari gaya hidup halal.

Dalam fashion show dan exhibition menghadirkan produk busana muslim serta aksesori dengan mutu desain dan kualitas yang siap bersaing di pasar global serta menerapkan konsep sustainable fashion, yaitu penggunaan bahan baku dan SDM lokal untuk menggerakkan perekonomian lokal namun mengacu pada inspirasi tren global dan kepedulian akan lingkungan hidup dan sosial.

Rangkaian fashion show dengan konsep Fashion Parade maupun Fashion Presentation menampilkan karya perancang mode Indonesia dan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) sektor fesyen dan aksesoris, antara lain koleksi dari Dian Pelangi, Barli Asmara, Ria Miranda, kami, Jenahara, Ayu Dyah Andari, Si.Se.Sa, Nuniek Mawardi, Ali Charisma, Afif Syakur, Agus Sunandar, Nina Nugroho, Khanaan, Rengganis, Dianristy, Kursien Karzai, Fenny Saptalia Syari, Lina Sukijo, Jeny Tjahyawati, Rya Baraba, Batik Chic, Shiroshima Indonesia, Sabin, dan ZOYA.

Sejumlah 339 pelaku usaha di sektor fesyen muslim tanah air berkesempatan memasarkan produknya dalam Exhibition & Indonesia Halal Showcase yang diselenggarakan secara offline (luring) di Assembly Hall JCC dan secara virtual (daring) melalui www.isef.co.id sampai Desember 2021.

Sebagai dukungan untuk memperkuat kesiapan pelaku usaha fesyen muslim Indonesia dalam menangkap peluang pasar global, Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) mengadakan DIASPORA TALK dalam acara ISEF 2021 dengan menghadirkan narasumber diaspora di sektor fesyen dari berbagai negara antara lain Middle East, Eropa, Amerika, Australia, dan China. Dilengkapi dengan rangkaian kegiatan webinar series serta ujian sertifikasi untuk menciptakan pelaku usaha yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan wawasan yang luas.

Menutup perhelatan Sustainable Muslim Fashion ISEF tahun ini, Jardine A. Husman selaku Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia menuturkan, “Alhamdulillah, meskipun pandemi Covid belum usai, semangat untuk menyelenggarakan fashion show tetap tinggi. Bahkan, pada tahun ini fashion show dapat diselenggarakan secara hybrid. Penyelenggaraan dengan cara ini kami yakini, dapat ikut menjaga agar sektor fesyen khususnya fesyen muslim tetap berkembang, kegiatan ini dapat menjangkau peserta domestik maupun internasional secara lebih luas dan efisien, serta memberikan motivasi dan inspirasi bagi pelaku fesyen muslim Indonesia untuk tetap berkarya dan terus mencari peluang.”

Sebagai ikhtiar untuk mendukung pelaku usaha fesyen muslim Indonesia memiliki standar kompetensi global dan menciptakan ekosistem fesyen muslim yang tangguh, Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 yang digelar secara berkelanjutan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan pemulihan perekonomian Indonesia. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.