Sabtu, 25 September 21

Suku Baduy Sambangi Pengadilan Tipikor

Suku Baduy Sambangi Pengadilan Tipikor

Jakarta, Obsessionnews – Sembilan orang yang berasal dari suku Baduy menyambangi gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/11/2015) untuk menghadiri sidang Kasmin. Bekas calon Wakil Bupati Lebak, Banten itu akan mejalan sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap dalam penanganan pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Tiba di Tipikor, pukul 11.30 WIB, perwakilan suku Baduy dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Lebak ini tampak mengenakan pakaian khas mereka yakni baju hitam, ikat kepala biru serta bercela pendek. Mengingat persidangan belum digelar, mereka pun belum diperbolehkan masuk oleh majelis hakim.

Dalam kasus ini, bekas calon Wakil Bupati Kasmin dan pasangannya,  Amir Hamzah‎ didakwa Jaksa KPK memberikan duit suap Rp 1 miliar ke bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Duit suap terkait pengurusan sengketa hasil Pilkada Lebak di MK.

Pemberian uang kepada Akil menurut Jaksa dimaksudkan agar mempengaruhi kasus yang sedang diadili oleh MK yaitu mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak yang diajukan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Amir Hamzah dan Kasmin pada periode 2013-2018.

“Dengan maksud agar Akil Mochtar selaku Ketua Panel Hakim, antara lain membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak,” ujar jaksa.

Kasus suap ini berawal saat KPUD Lebak memutuskan hasil perhitungan dan menetapkan pasangan Iti Oktavia Jayabaya-Ade Sumardi sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak terpilih periode 2013-2018.

Tidak terima denga putusa itu, selanjutnya pada 11 September Amir dan Kasmin mengajukan gugatan ke MK terkait hasil Pilkada Lebak, Banten. Rudi Alfonso ditunjuk oleh Partai Golkar menjadi Kuasa Hukumnya. Kemudian Amir Hamzah-Kasmin menambahkan Susi Tur Andayani menjadi anggota tim penasihat hukum.

Pasangan ini menjanjikan sejumkah uang, Akil yang sudah mendapat kepastian pemberian uang, dalam  sidang pleno di MK memutuskan membatalkan keputusan pihak KPUD Lebak dan memerintahkan melakukan melaksanakan pemilihan suara ulang (PSU) di seluruh Kabupaten Lebak.

Namun, sebelum uang diterima oleh Akil yakni pada tanggal 2 Oktober 2013, Tim Satgas KPK melakukan tangkap tangan terhadap Susi Tur. Sedangkan uang Rp 1 miliar yang akan dipakai untuk menyuap Akil disimpan dirumah orang tua Susi Tur di Tebet Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya Amir dan Kasmin diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tipikor No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHPidana. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.