Jumat, 29 Mei 20

Sukses Jadi Pengusaha, Hermawan Setia Budi Bangun Masjid di Banjarnegara

Sukses Jadi Pengusaha, Hermawan Setia Budi Bangun Masjid di Banjarnegara
* Hermawan Setia Budi, pengusaha bisnis besi yang sukses di Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: dok. pribadi)

Bekasi, Obsessionnews.com – Sesuatu yang dilakukan dengan tekun niscaya membuahkan hasil yang manis. Hal ini yang dialami oleh Haji Hermawan Setia Budi.

Hermawan memiliki berbagai macam pengalaman di bidang marketing, seperti makanan, minuman, barang keperluan rumah tangga, barang elektronik, dan barang teknik. Berbekal berbagai pengalaman tersebut akhirnya ia memberanikan diri mendirikan PT Pelita Karya Suplindo, perusahan yang bergerak dalam bidang jual besi baja, seperti pipa dan sambungannya,  plat besi, serta berbagai macam jenis baja untuk keperluan industri. Hermawan kini menjelma menjadi pengusaha bisnis besi yang sukses di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ia bermitra dengan temannya yang menjadi direktur, dan Hermawan sendiri sebagai komisaris. Dimulai dengan menyewa tempat, kini sudah punya gedung sendiri

Seiring moncernya bisnisnya ia pun semakin tekun beribadah. Ia mensyiarkan agama Islam antara lain melalui pembangunan masjid di tempat kelahirannya, yakni Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasi pembangunan masjid adalah bekas rumah warisan orang tua Hermawan. Di tempat itulah 58 tahun lalu Hemawan dilahirkan.

Hermawan bercerita rumah itu warisan orangtuanya. Semula rumah itu akan dibeli orang lain dengan harga Rp 2 miliar, tapi tidak jadi dibeli. Kemudian Hermawan yang membeli rumah tersebut. Ia punya hajat membangun masjid di tempat itu. Rumah dirobohkan, lalu dibangun masjid dua lantai.

Progres pembangunan Masjid Rachmat Al ‘Alim. (Foto: dok. pribadi)

Pembangunan masjid dikelola oleh sebuah yayasan. Masjid itu dihibahkan untuk masyarakat Banjanegara.

“Masjid itu untuk kepentingan umat Islam. Lokasinya strategis, yakni di pinggir jalan. Jadi apabila ada orang lewat yang mau sholat atau Jumatan mudah di pinggir jalan, dan jaraknya dengan masjid lain jauh,” kata Hermawan kepada obsessionnews.com di Bekasi melalui WhatsApp, Kamis (14/5/2020).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Bupati Banjarnegara H.Syamsudin pada Senin, 2 Desember 2019. Masjid itu diberi nama Rachmat Al ‘Alim. Nama Rachmat diambil dari nama almarhum ayah Hermawan, yakni R. Rachmat.

Masjid Rachmat Al ‘Alim dibangun di atas tanah seluas 430 m. Saat ini pembangunannya masih terus berjalan.

“Saya bangun tanpa bantuan dana dari luar,” tuturnya.

Ia menjelaskan minggu depan akan dipasang kubah yang berukuran 530. Di dalam masjid lantai dasar mampu memuat kurang lebih 300 orang. Belum lagi di halaman luar dan lantai dua. Tempat parkir mobil cukup luas.

Rumah sebelum dibongkar. (Foto: dok. pribadi)

Memberangkatkan Guru Berumroh

Banyak orang yang punya andil besar dalam perjalanan karier Hermawan hingga sukses sebagai pengusaha. Selain orangtua dan saudara-saudaranya, yang juga berperan penting adalah guru-gurunya.

Dua guru yang berumroh. (Foto: dok. pribadi)

Sebagai balas budi pada guru-gurunya, Hermawan memberangkatkan dua gurunya berumroh, yakni seorang guru SMP dan seorang guru SMA. Yang dibiayai adalah guru yang belum pernah berumroh.

“Kata mereka seperti mimpi,” ujar Hermawan sambil tertawa.

Hobi Moge dan Pingpong

Di sela-sela kesibukannya menekuni bisnis, Hermawan tidak lupa berolahraga. Ia hobi mengendarai motor gede (moge) dan bermain tenis meja alias pingpong.

Seperti halnya di dunia bisnis, Hermawan pun jago nepok, istilah populer untuk aktivitas pingpong. Ia berkaret bintik untuk backhand dan berkaret polos untuk forehand. Ia pemain defend.

Tidak hanya hobi pingpong, Hermawan pun berobsesi memajukan olahraga ini. Hal ini dibuktikan dengan menyediakan fasilitas latihan.

Selain itu Hermawan pun sering mensponsori turnamen untuk memotivasi para atlet lebih berprestasi.

Hermawan bersama para penghobi tenis meja alias pingpong di Bekasi. (Foto: dok. pribadi)

“Sesibut apa pun diusahakan berolah raga setelah kewajiban menjalankan sholat lima waktu. Walaupun seminggu sekali atau dua kali usahakan berolahraga, agar badan sehat dan banyak teman,” kata Hermawan. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.