Selasa, 28 September 21

Sukarno, Soeharto, dan Pembatasan Masa Jabatan Presiden

Sukarno, Soeharto, dan Pembatasan Masa Jabatan Presiden
* Sukarno dan Soeharto.

Oleh: Lukman Hakiem, Peminat Sejarah

BAGAI ritual sepuluh tahunan, di periode kedua jabatan presiden selalu muncul orang-orang yang mengusulkan supaya jabatan presiden tidak dibatasi hanya dua periode.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang melaksanakan tugas di periode kedua, seorang kader Partai Demokrat tiba-tiba mengusulkan supaya SBY diberi kesempatan menjabat presiden tiga periode.

Pro dan kontra segera muncul. Tidak kurang dari Prof. A. Syafii Maarif mengkritik keras gagasan presiden tiga periode itu.

Untungnya, Presiden SBY sendiri dengan tegas menolak gagasan tersebut, sehingga ide itu tidak berkembang.

Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejak Jokowi dilantik untuk masa jabatan kedua,  gagasan presiden tiga periode kembali menyeruak.

Yang menarik, meskipun Presiden Jokowi secara verbal menyatakan menolak gagasan tersebut, tetapi berbagai komunitas muncul mendukung Presiden Jokowi tiga periode. Kali ini ditimpali dengan gagasan untuk melakukan amandemen terbatas terhadap UUD 1945 untuk memasukkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Gagasan amandemen terbatas dicurigai sebagai pintu masuk untuk mengamandemen Pasal 7 tentang masa jabatan presiden.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.